Sabda Hidup
Senin, 23 Januari 2023, Senin Pekan Biasa III
Bacaan: Ibr. 9: 15,24-28; Mzm. 98:1,2-3ab,3cd-4,5-6; Mrk. 3:22-30.
“Kalau suatu kerajaan terpecah-pecah, kerajaan itu tidak dapat bertahan, dan jika suatu rumah tangga terpecah-pecah, rumah tangga itu tidak dapat bertahan.”
(Mrk 3: 24 – 25)
Kita pasti pernah mendengar istilah “Divide et Impera”. Itu adalah cara mengalahkan musuh dengan memecah belah terlebih dahulu dan kemudian menguasai. Dalam pelajaran Sejarah di sekolah dulu kita dengar bagaimana VOC mengadu domba kerajaan yang satu dengan kerajaan yang lain, kemudian dikuasai. Dengan cara itu pula Kekaisaran Roma menciptakan konflik dalam satu bangsa atau kerajaan, menciptakan kelompok-kelompok atau faksi-faksi dan membuat kelompok-kelompok atau faksi itu saling berperang sehingga bangsa atau kerajaan itu semakin lemah dan dengan mudah dikuasai.
“Kalau suatu kerajaan terpecah-pecah, kerajaan itu tidak dapat bertahan,” kata Yesus dalam Injil hari ini (Mrk 3: 24). Sebenarnya Yesus mengatakan argumen itu untuk melawan orang-orang yang mengatakan bahwa Ia bekerjasama dengan setan untuk mengusir setan, bahwa “Dengan penghulu setan Ia mengusir setan.” Namun dari pernyataan itu kita juga menangkap nilai yang lain, bahwa perpecahan itu jahat; kesatuan itu amatlah penting.
Kita ingat bahwa pada malam sebelum Ia wafat Ia berdoa, “Bapa, upaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau.” Kesatuan Allah Tritunggal menjadi model dan sumber kesatuan yang harus mengikat murid-murid-Nya. Dalam Tritunggal Mahakudus, setiap Pribadi Ilahi berbeda satu dengan yang lain dan unik, tetapi ada dalam kesatuan dan harmoni yang sempurna. Tak ada kompetisi, hanya ada kolaborasi dan sinergi. Karya yang satu adalah karya yang lain juga. Itulah sebabnya Yesus berkata: “Aku di dalam Bapa, dan Bapa di dalam Aku.”
Sebagai murid-murid Kristus, misi kita di dunia ini adalah mewartakan Kerajaan Allah dan mencerminkan Kesatuan Allah Tritunggal dalam relasi kita, dalam keluarga dan komunitas kita. Perpecahan, konflik dan ketidakharmonisan umat Kristiani sangat merugikan Kerajaan Allah.
Kesatuan adalah kerinduan Hati Yesus bagi murid-murid-Nya. Rusaklah kesatuan dan anda akan merobek Hati dan Tubuh Kristus, Gereja. “Berusahalah sekuat tenaga untuk memelihara kesatuan Roh dalam ikatan damai sejahtera!” (Ef 4: 3).
Mari kita berdoa untuk kesatuan Gereja dalam hari ke-enam Pekan Doa Sedunia untuk kesatuan umat Kristen.
