Remah Mingguan

MELAWAN GODAAN

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Minggu, 26 Februari 2023, Minggu Prapaskah I Tahun A
Bacaan: Kej. 2:7-9; 3:1-7Mzm. 51:3-4,5-6a,12-13,14,17Rm. 5:12-19 (panjang) atau Rm. 5:12,17-19 (singkat); Mat. 4:1-11

“Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar.”

(Rm 5: 19)

Hari ini adalah hari Minggu Prapaskah Pertama. Masa Prapaskah pertama-tama menjadi waktu persiapan rohani yang baik untuk mengalahkan godaan-godaan, menggunakan sarana yang digunakan oleh Yesus dalam 40 hari di padang gurun, ketika Ia mempersiapkan diri bagi pelayanan publik-Nya. Masa Prapaskah juga menjadi saat pertobatan, berbalik dari dosa-dosa kita, dan membarui hidup kita untuk perayaan Paskah, bersama dengan Tuhan yang bangkit mengalahkan maut dan dosa.

Bacaan-bacaan hari ini mengajar kita bahwa akan selalu ada godaan oleh si jahat, oleh dunia dan oleh keinginan-keinginan mementingkan dan berpusat pada diri sendiri. Kita berlu secara aktif bekerjasama dengan rahmat Allah untuk mengalahkan godaan-godaan, bertekun dalam doa, pengendalian diri dan karya amal.

Bacaan pertama dari Kitab Kejadian bertutur tentang godaan Iblis kepada manusia pertama – “kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat,” (Kej 3: 5). Adam dan Hawa diberi kemungkinan untuk membuat pilihan untuk hidup bagi Allah, bergantung dan taat pada kehendak-Nya, atau menolak-Nya. Godaan kepada kejahatan membawa Adam dan Hawa kepada suatu ketidaksetiaan dan dosa. Sebaliknnya, Matius memperlihatkan kepada kita bagaimana Yesus mengalahkan godaan dengan berpegang pada Iman kepada Sabda dan Kuasa Allah.

Dalam bacaan kedua, St. Paulus menggambarkan bagaimana ketidaktaatan Adam yang jatuh pada godaan Setan, membawa dia sendiri dan kita kepada dosa, kematian dan relasi yang rusak dengan Allah. Paulus menerangkan bahwa Kristus memperoleh kembali bagi kita hubungan yang benar dengan Allah dengan ketaatan-Nya yang sempurna kepada Allah, Bapa-Nya.

Bacaan Injil mengajar kita bagaimana “pengalaman padang gurun” dengan berpuasa, berdoa dan penguatan jiwa memampukan Yesus menghadapi godaan dan kemudian memberitakan Kabar Baik keselamatan. Si penggoda mendesak Yesus untuk mengubah batu menjadi roti. Tetapi Yesus menolak godaan untuk tidak percaya kepada Bapa-Nya dengan memuaskan kebutuhan-kebutuhan sementara dan mendesak – sehingga melupakan misi ilahi-Nya dengan mencari kepuasan-kepuasan diri sendiri dan mengandalkan diri sendiri. Si penggoda kemudian mendorong-Nya untuk membuktikan bahwa Ia adalah sungguh-sungguh Anak Allah dengan melompat dari bubungan Bait Allah. Yesus menolak godaan untuk bertindak seolah-olah lebih tinggi dari Allah. Akhirnya Yesus menolak godaan untuk menyembah berhala, meskipun menyembah Setan akan memperkaya dan menempatkan-Nya di atas semua kerajaan dunia.

Sahabat-sahabat, marilah kita menghadapi dan mengalahkan godaan seperti yang Yesus lakukan, dengan menggunakan cara-cara yang Ia gunakan. Sering kali kita tergoda untuk mencari kesenangan dengan mengabaikan dosa, kekayaan yang mudah, dan kedudukan, kekuasaan, dan kemuliaan, dengan menggunakan segala cara, bahkan yang tidak adil atau penuh dosa. Yesus menjadi contoh bagi kita dalam menaklukkan godaan-godaan itu dengan memperkuat diri-Nya sendiri melalui doa, silih atas dosa, dan penggunaan Sabda Allah yang efektif. Oleh karena itu, selama Prapaskah ini, marilah kita menghadapi kecenderungan jahat kita dengan doa (khususnya dengan berpartisipasi dalam Misa Kudus), dengan laku silih, dan dengan membaca Kitab Suci secara teratur.

Kita akan bertumbuh dalam kekudusan selama Prapaskah dengan doa, rekonsiliasi, dan berbagi: a) dengan menyediakan waktu untuk bersama Tuhan setiap hari, berwawanhati dengan-Nya dalam doa yang sungguh-sungguh dan mendengarkan Dia dengan membaca serta merenungkan Kitab Suci; b) dengan pertobatan; c) dengan berdamai dengan Allah melalui Sakramen Rekonsiliasi dan berdamai dengan sesama dengan meminta pengampunan mereka atas pelanggaran kita terhadap mereka; d) dengan berbagi kasih kepada orang lain melalui pelayanan tanpa pamrih dan rendah hati, sedekah, dan membantu mereka yang membutuhkan.

Tuhan Yesus, firman-Mu adalah hidup dan sukacita bagiku. Penuhi aku dengan Roh Kudus-Mu agar aku memiliki kekuatan dan keberanian untuk merangkul kehendak-Mu dalam segala hal dan meninggalkan apa pun yang bertentangan dengannya.

Author

Write A Comment