Sabda Hidup
Minggu, 9 Juli 2023, Minggu Biasa XIV Tahun A
Bacaan: Za. 9:9-10; Mzm. 145:1-2,8-9,10-11,13cd-14; Rm. 8:9,11-13; Mat. 11:25-30.
Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.”
(Mat 11: 28 – 30)
“Pasti ada sesuatu yang lebih dalam hidup ini.” “Tuhan pasti punya rencana untuk saya.” Kita sering mendengar pernyataan-pernyataan ini dan pernyataan-pernyataan lainnya yang serupa itu dari waktu ke waktu. Mungkin itu adalah pernyataan dari seseorang yang tampaknya tidak bahagia dengan hidupnya. Atau, itu adalah pernyataan dari orang yang sedang mencari jawaban atas makna hidup mereka. Menurut saya, itu adalah pernyataan dari seseorang yang, tanpa mereka sadari, dipanggil untuk menjalin hubungan yang lebih dalam dengan Tuhan. Ada sesuatu yang lebih dalam hidup Anda dan Tuhan memiliki rencana untuk Anda. Sesuatu yang lebih dan rencana itu adalah agar Anda mengenal hati-Nya. Oleh karena itu Yesus berkata dalam Injil hari ini: “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan,” (Mat 11: 28 – 30).
Apakah Anda mendengar undangan Yesus? “Marilah kepada-Ku… Aku akan memberikan kelegaan kepadamu.” “Pasti ada sesuatu yang lebih dalam hidup.” Ya. Yesus memiliki sesuatu yang lebih untuk Anda. Datanglah kepada Yesus… Ia akan memberi kelegaan.
Yesus pasti tahu banyak tentang kuk. Sebagai seorang tukang kayu, Dia pasti sering diminta untuk membuat kuk kayu bagi para petani agar mereka dapat menggunakan dua ekor lembu untuk menarik bajak atau alat pertanian lainnya. Kuk adalah palang kayu yang menyatukan kedua hewan di bagian leher dan digunakan untuk menarik alat pertanian. Karena ukuran hewan-hewan berbeda-beda, maka biasanya kuk harus dipotong sesuai dengan ukuran hewan yang menariknya. Jika tidak, kuk itu tidak akan pas dengan hewan itu dan menyebabkan ketidaknyamanan. Sebagai seorang tukang kayu, Yesus pasti telah memotong banyak kuk seperti itu. Kuk yang Yesus buat untuk kita tidak menyebabkan ketidaknyamanan tetapi justru memberikan kita kenyamanan karena kuk Yesus itu mudah dan ringan. Undangan Yesus kepada kita bukanlah kuk yang membebani kita, tetapi kuk yang mudah dan ringan.
Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan,” (Mat 11: 29 – 30).
Mungkin Anda bahkan dapat melihat Yesus sebagai pasangan atau partner Anda menarik kuk bersama Anda, Yesus membantu Anda memikul beban dan salib Anda. “Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku.”
Kesulitan apa pun yang kita alami untuk bertemu dengan Yesus dan memikul ku yang diberikan-Nya, tentu saja bukan berasal dari Yesus. Kita tidak mengenal Yesus karena kita tidak membuka hati kita kepada-Nya. Yesus sering memuji sikap seperti anak kecil dalam Injil. “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil,” (Matius 11:25)
Tidak heran jika Yesus mengasihi anak-anak karena hati mereka terbuka kepada-Nya, tidak seperti para ahli Taurat dan orang Farisi. Kita dapat mengatakan bahwa “orang bijak dan orang pandai” itu pada masa kini termasuk mereka yang tidak percaya bahwa Yesus sungguh-sungguh hadir dalam Ekaristi. Tetapi mereka yang memiliki hati yang terbuka kepada Yesus, yang seperti anak kecil, mampu mengenali Yesus yang menyatakan diri kepada mereka dalam Ekaristi.
Bukalah hati Anda kepada Yesus. Anda tidak akan rugi dan akan mendapatkan segalanya. Bukalah hati Anda kepada Yesus dan hiduplah, seperti yang Paulus tuliskan dalam bacaan kedua, “….. kita adalah orang berhutang, tetapi bukan kepada daging, supaya hidup menurut daging. Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup,” (Roma 8:12-13).
Jika kita tidak datang kepada Yesus, saat kita terbebani dengan masalah-masalah kehidupan, kepada siapa atau apa lagi kita harus datang? Jika kita tidak mencari jawaban atas masalah kita di dalam Yesus, kita tidak akan menemukannya di tempat lain atau hanya akan menemukan jawaban yang parsial dan menipu. Jawaban-jawaban dari budaya zaman ini menipu, karena budaya zaman ini secara keliru mengatakan bahwa kita akan menemukan kebahagiaan di dalam dosa. Tetapi dosa tidak pernah membawa kebahagiaan karena dosa adalah dosa. Oleh karena itu, budaya zaman ini ingin meletakkan kuk yang berat dan menyakitkan kepada kita. Nubuat Zakharia dalam bacaan pertama kita tentang raja yang mengendarai keledai digenapi dalam diri Yesus yang sedang menuju Yerusalem seminggu sebelum sengsara dan kematian-Nya. Zakharia berkata, “Ia akan memberitakan damai sejahtera kepada bangsa-bangsa.” (Zak 9:10) Ya, Yesus mewartakan damai sejahtera kepada Anda; maukah Anda menerima damai sejahtera-Nya? Bagaimana Anda dapat menemukan damai sejahtera-Nya? Bukalah hatimu kepada-Nya. Berdoalah kepada Yesus. Jika Anda tidak menghabiskan waktu dengan Yesus, bagaimana Anda dapat menemukan damai-Nya? Luangkanlah waktu bersama Yesus dalam doa setiap hari untuk menemukan damai-Nya.
“Pasti ada sesuatu yang lebih dalam hidup ini.” “Tuhan pasti punya rencana untuk saya.” Ya, hiduplah menurut Roh, bukan menurut daging. Bukalah hati Anda kepada Yesus. Berjalanlah setiap hari dengan terikat kepada Tuhan dalam doa dan temuilah Dia dalam Ekaristi. Dengar dan ikutilah undangan-Nya.
