Remah Harian

MARIA MAGDALENA

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Sabtu, 22 Juli 2023, Pesta St. Maria Magdalena
Bacaan: Kid. 3:1-4a atau 2Kor. 5:14-17Mzm. 63:2,3-4,5-6,8-9Yoh. 20:1,11-18.

Kata Yesus kepadanya: “Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?” Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: “Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya.” Kata Yesus kepadanya: “Maria!” Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: “Rabuni!”, artinya Guru.”

(Yoh 20: 16)

Ketika The Da Vinci Code tulisan Dan Brown booming, ada yang bertanya kepada saya, “Romo, apakah gambaran tentang Maria Magdalena dalam buku The Da Vinci Code itu benar?” Lalu saya jawab, “Kalau kamu beli buku itu di toko buku, kamu cari di bagian mana?” “Di bagian ‘fiksi’ atau novel,” jawabnya. “Jadi, tak perlu dijelaskan lagi,” jawab saya. 

Bagi banyak orang, Maria Magdalena dikenal sebagai selebriti Gereja perdana. Jauh sebelum gambaran sensasional tentang Maria Magdalena yang ditulis oleh Dan Brown dalam The Da Vinci Code, Maria Magdalena adalah seorang pribadi yang dikelilingi dengan legenda dan mitos: bahwa ia adalah keturunan keluarga bangsawan, bahwa ia menikah dengan Yesus dan mempunyai anak, bahwa ia adalah seorang imam perempuan di kuil Romawi di Magdala, bahwa sesudah kebangkitan Kristus ia pergi ke Perancis, atau ke Efesus dengan Maria Ibu Yesus. Tak satupun dari semuanya itu benar, dan mungkin tak satupun faktual. Jadi, apa yang kita tahu tentang Maria Magdalena?

Dalam Injil ia disebut “Maria yang disebut Magdalena,” yang berarti bahwa ia berasal dari Magdala, sebuah kota kecil dekat Tiberias, di pantai barat danau Galilea. Kita tidak mengetahui latar belakang keluarganya, namun jika ia adalah salah satu dari perempuan-perempuan yang mengikuti Yesus dan mendukung Yesus secara finansial (Lih. Luk 8: 2), tentu ia mempunyai pendapatan yang cukup. Menurut Injil Markus dan Lukas, tujuh setan diusir dari dalam diri perempuan ini oleh Yesus. Ia hadir saat penyaliban dan pemakaman Yesus, dan tentu saja seperti dikisahkan dalam Injil hari ini, saat kebangkitan-Nya. Bukankah Maria Magdalena adalah perempuan yang tertangkap basah berbuat zinah, dan bukankah dia adalah perempuan yang mengurapi kaki Yesus dengan minyak wangi dan mengeringkannya dengan rambutnya? Akan tetapi nama perempuan yang tertangkap berbuat zinah tidak diketahui dan Maria yang mengurapi kaki Yesus dengan minyak wangi kemungkinan besar adalah Maria saudara Martha dan Lazarus (Yoh 12: 23).

Maria menurut gambaran banyak orang adalah suatu kombinasi dari beberapa perempuan yang disebut dalam Injil-Injil. Jadi, apa tanggapan kita? Apakah kita akan menerima bahwa kita tidak mengenal dia sama sekali dan berusaha untuk mencari tahu? Atau kita terima saja rupa-rupa gambaran tentang dia yang belum tentu benar? Apakah kita akan memandang dan menilai dia sebagai seorang pribadi riil atau berdasar gossip dan rumor, legenda dan mitos? Sering kali kita menilai orang terlebih dahulu baru kemudian mencari fakta-fakta. Siapa saja yang ingin mengikuti Kristus mesti sadar akan godaan untuk menilai orang lain terlebih dahulu. Kita semua membawa pelbagai macam prasangka-prasangka dalam hidup kita. Sebagai seorang yang menderita secara mental [tujuh setan diusir dari dalam dirinya oleh Yesus] mungkin Maria Magdalena telah lebih dahulu menerima pandangan-pandangan dan tanggapan negatif dari orang lain. Siapa yang mau dekat dengan seorang dengan tujuh setan dalam dirinya? Namun, Yesus mengulurkan tangan-Nya dengan belas kasih-Nya, menyentuh pribadi Maria yang sesungguhnya, sebagai seorang person, perempuan di balik segala rumor dan cerita orang tentang dia. Dan Maria menanggapinya dengan membaktikan seluruh sisa hidupnya dengan mengikuti Yesus dan membantu-Nya dalam karya pelayanan-Nya, apapun dan berapapun harganya, baik secara finansial maupun emosional.

Dalam devosi populer Maria Magdalena adalah pelindung orang-orang bertobat, para pelacur yang bertobat, pengusaha parfum, para penata rambut (salon) dan apoteker. Dalam lukisan-lukisan ia sering digambarkan dalam postur bertobat atau dalam sikap merenung, di kaki Salib Yesus, di kubur kosong atau sedang berjumpa dengan Kristus yang bangkit (sering dengan tulisan “Noli me tangere” – Jangan sentuh aku” – tertulis pada lukisan tersebut), atau diangkat oleh para malaikat sesudah kematiannya. Ia juga sering disimbolkan dengan buli-buli alabaster; tengkorak yang melambangkan pertobatan dan sebuah cermin; rambut panjang (sering dilukis dengan warna merah), tidak berkerudung; dengan air mata dan jubah merah.

Mari kita belajar untuk tidak memandang sesama dengan prasangka-prasangka dan marilah kita belajar dari St. Maria Magdalena, untuk mengasihi Yesus sepenuh hati.

Ya Allah, Engkau mempercayakan kepada Maria Magdalena untuk mewartakan sukacita besar Kebangkitan Putera-Mu, kiranya melalui perantaraan dan teladannya, kami dapat mewartakan Kristus yang hidup melalui kesaksian hidup kami. Amin. 

Author

Write A Comment