Sabda Hidup
Selasa, 14 November 2023, Selasa Pekan Biasa XXXII
Bacaan: Keb. 2:23-3:9; Mzm. 34:2-3,16-17,18-19; Luk. 17:7-10.
Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.”
(Luk 17: 10)
Pada awalnya saya merasa perikope Injil hari ini agak sulit untuk dipahami. Kita dapat saja berpikir bahwa tuan dalam perikope Injil ini adalah seorang yang keras dan kurang bersyukur atas apa yang telah dilakukan oleh hambanya. Namun kita dapat merenungkannya dari sudut pandang yang lain.
Mari kita coba pusatkan perhatian pada ayat terakhir dari perikope Injil ini (Luk 7: 10) seperti yang dikutip di atas. Kita mungkin tergoda untuk cepat merasa puas atau bahkan mencari pengakuan dari orang lain ketika kita telah memenuhi kewajiban kita. Namun, jika kita sekadar memenuhi kewajiban kita, itu bukanlah hal yang luar biasa. Dengan sekadar melaksanakan kewajiban kita, kita dapat menjadi orang Katolik minimalis. Yang luar biasa adalah yang harus kita perjuangkan dalam pelayanan kita kepada Tuhan dan sesama.
Kita mungkin ingat akan kewajiban-kewajiban kita. Antara lain adalah kewajiban untuk mengikuti Perayaan Ekaristi pada hari Minggu dan hari-hari raya yang disamakan dengan hari Minggu, berpuasa sebelum perayaan Ekaristi, berpuasa dan berpantang pada masa Prapaskah, mengaku dosa sekurang-kurangnya sekali setahun, menyambut tubuh Tuhan pada masa Paskah, dll. Sejak Konsili Vatikan II, kewajiban-kewajiban tersebut menjadi lebih sedikit dan ada harapan bahwa kita masing-masing akan membuat pilihan pribadi untuk pengorbanan dan pelayanan yang mengekspresikan cinta kita kepada Tuhan. Secara sepintas, tampaknya segala sesuatunya menjadi lebih longgar, tetapi pada kenyataannya hal ini menjadi lebih menantang karena kita harus lebih bertanggung jawab secara pribadi. Kita masing-masing harus memahami apa yang Tuhan kehendaki untuk kita lakukan, untuk melayani Dia dan orang-orang di sekitar kita. Terkadang hal ini bukanlah tugas yang mudah karena Dia tidak menjelaskannya secara hitam putih, dan terkadang merisaukan karena Dia mungkin memanggil kita untuk melakukan sesuatu di luar zona nyaman kita.
Semoga kita memiliki tekad untuk menghidupi iman melampaui kewajiban dan berusaha melakukan yang terbaik dalam melayani Tuhan dan sesama, dalam semangat kerendahan hati.
Tuhan, bantulah kami untuk memahami apa yang Kaukehendaki untuk kami lakukan, untuk melayani Dikau dan sesama. Amin.
