Sabda Hidup
Selasa, 10 Januari 2023, Selasa Pekan Biasa I
Bacaan: Ibr. 2:5-12; Mzm. 8:2a,5, 6-7, 8-9; Mrk. 1:21b-28.
Mereka tiba di Kapernaum. Setelah hari Sabat mulai, Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar. Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat. Pada waktu itu di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan roh jahat. Orang itu berteriak: “Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah.” Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: “Diam, keluarlah dari padanya!” Roh jahat itu menggoncang-goncang orang itu, dan sambil menjerit dengan suara nyaring ia keluar dari padanya. Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya: “Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahatpun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya.”
(Mrk 1: 21 – 27)
Dalam satu cerita singkat dalam Injil hari ini, Yesus membuat orang-orang di sekitar-Nya takjub karena dua alasan. Pertama, mereka takjub dengan pengajaran-Nya. Kedua, mereka takjub dengan penyembuhan yang Ia lakukan.
Mengapa mereka heran dengan pengajaran-Nya? Karena Dia hanya mengatakan kebenaran. Kebenaran memiliki kekuatannya sendiri. Tidak perlu pemanis. Tidak membutuhkan teknik apa pun. Ketika kebenaran disampaikan sebagai kebenaran, itu selalu membawa kekuatan yang membebaskan. Ketika kita tidak membuat orang terkesan, heran atau takjub dengan apa yang kita katakan, mungkin karena kita berbicara karena rasa takut atau mencari pujian, atau kita tidak mengatakan kebenaran. Baku tipu. Kebenaran tidak takut dan kebenaran tidak mencari pujian. Kebenaran adalah kebenaran dan mempunyai nilainya sendiri.
Alasan kedua mengapa orang-orang takjub pada Yesus adalah karena penyembuhan yang dilakukan-Nya. Dia menyembuhkan karena Dia memiliki berbelas kasih. Ia menyembuhkan karena Ia mengasihi. Ia mencintai. Dia sendiri adalah KASIH yang menjadi daging. Orang-orang takjub karena dia rela berbuat apa saja untuk menyembuhkan orang yang kerasukan roh jahat itu.
Itulah dua alasan mengapa orang takjub dengan Yesus. Dia berbicara kebenaran dan dia hidup dengan kasih. Kebenaran dan kasih, ketika mereka berjalan bersama, memiliki kekuatan yang tak terbatas. Kebenaran dan kasih, ketika berjalan bersama, dapat membebaskan begitu banyak orang. Tapi yang pertama dibebaskan, ketika kebenaran dan kasih berjalan bersama, adalah diri kita sendiri.
Semoga kita selalu bertindak atas dasar kebenaran dan kasih.
