Remah Harian

KITA ANAK-ANAK ALLAH

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Kamis, 31 Desember 2020, Hari Ketujuh dalam Oktaf Natal

“Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.”

(YOH 1: 12 – 13).

Christine Caine adalah seorang aktivis, motivator internasional, penulis dan evangelis dari Australia. Ketika berusia tigapuluhan ia baru mengetahui bahwa ia adalah anak adopsi. Ingin tahu lebih banyak tentang identitasnya, dia mencari data tentang dirinya di Lembaga Layanan Adopsi.

Apa yang ia peroleh? Catatan yang ia peroleh hanya mengatakan bahwa dia adalah bayi ke-2508 yang lahir pada tahun 1966. Tanpa nama. Tak ada catatan tentang nama ayahnya. Itu membuatnya tidak punya nama. Tak ada ikatan emosional dengan ibunya. Tiga kenyataan ini memukul hatinya: tanpa nama, tidak dikenal, tidak diinginkan. Ia begitu terpukul. Terpuruk. Hatinya tercekam oleh kenyataan itu hingga Tuhan mengingatkannya tentang siapa dia sebenarnya: ANAK ALLAH.

Pada titik tertentu dalam hidup kita, ketika kita merasakan hal yang sama, janganlah lupa bahwa pada intinya, kita semua adalah anak-anak Allah. Tuhan telah merajut bagian terdalam kita dalam rahim ibu kita dan telah menenun hari-hari kita bahkan sebelum salah satu dari mereka ada. Tuhan menyebut kita milikNya, memberi kita nama, dan telah mengasihi kita sejak saat kita dijadikan. Tidak ada dokumen, tidak ada kegagalan, tidak ada dosa, tiada sebuah kemalangan apapun yang bisa menghapus identitas kita yang sebenarnya: ANAK-ANAK ALLAH.

Kita telah menjalani tahun ini dengan kegembiraan dan kesedihan, sukacita dan luka, keberhasilan dan penyesalan, kebaikan dan dosa ….

Pada hari terakhir di tahun ini, lepaskan semua yang menghalangi Anda untuk menjalani hidup Anda sepenuhnya sebagai anak Allah. Dengan itu kita meninggalkan tahun 2020 dengan penuh syukur dan memasuki tahun 2021 dengan optimis.

While we don’t know what the future holds, we do know WHO holds the future. Meskipun kita tidak tahu seperti apa masa depan, kita tahu SIAPA yang memegang masa depan.

Bacaan Misa hari ini: 1Yoh. 2:18-21Mzm. 96:1-2,11-12,13Yoh. 1:1-18.

Author

Write A Comment