Remah Harian

KETIKA RINTANGAN MENGHADANG

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Sabtu, 17 Juli 2021, Sabtu Pekan Biasa XV

“Lalu keluarlah orang-orang Farisi itu dan bersekongkol untuk membunuh Dia.Tetapi Yesus mengetahui maksud mereka lalu menyingkir dari sana. Banyak orang mengikuti Yesus dan Ia menyembuhkan mereka semuanya. Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia, supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: “Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa. Ia tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak dan orang tidak akan mendengar suara-Nya di jalan-jalan. Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang. Dan pada-Nyalah bangsa-bangsa akan berharap.”

(Mat 12: 14 – 21)

Kita semua adalah utusan Tuhan, dan sebagai utusan-Nya, kita melangkah di jalan yang dipilih oleh-Nya.

Ketika menghadapi tentangan orang-orang Farisi, Yesus tetap tinggal dalam kehendak Bapa. Alih-alih menyerang secara defensif terhadap para pemimpin agama itu, Yesus meningkir dari daerah itu dan terus bekerja, melayani sesuai dengan rencana keselamatan Tuhan. Dia menyembuhkan mereka yang membutuhkan dan mengajar mereka yang hatinya terbuka. Yesus meminta kita untuk melakukan hal yang sama. Saat menghadapi rintangan hidup, kita dipanggil untuk tetap melanjutkan perjalanan pelayanan. Dalam iman kita harus tetap berada jalan Tuhan. Kesulitan-kesulitan dan tantangan tidak membelokkan kita  dari misi kita.

Kita sering menghadapi rintangan baik di dalam maupun di luar diri kita. Daripada rintangan itu menentukan tindakan kita, kita dapat melihat Yesus sebagai pemandu kita. Di hadirat-Nya kita dapat bergerak melampaui pertahanan alami kita dan bertindak seperti yang Dia lakukan. Ketimbang menyerang orang lain, kita dapat terus hidup dalam kehendak Bapa. Yesus akan memelihara kita sepanjang perjalanan. Kita hanya perlu untuk terus berjalan maju dalam iman. Dalam Yesus, kita telah menjadi hamba-hamba-Nya, diberkati dengan Roh Kudus untuk menyelesaikan misi keselamatan-Nya melalui kita.

Mari bertanya kepada diri kita masing-masing. Apa rekasi saya terhadap tanggapan-tanggapan negatif dan penilaian orang lain? Apakah saya menjadi defensif, atau pandangan saya tetap tertuju pada Yesus dan misi-Nya? Pernahkah saya menjadi putus asa oleh reaksi orang lain?

Bacaan hari ini: Kel. 12:37- 42; Mzm. 136:1,23-24,10-12,13-15; Mat. 12:14-21.

Author

Write A Comment