Remah Harian

KETIKA IRI DAN DENGKI MENGINTAI

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Senin, 11 September 2023, Senin Pekan Biasa XXIII
Bacaan: Kol. 1:24-2:3Mzm. 62:6-7,9Luk. 6:6-11.

Ia memandang keliling kepada mereka semua, lalu berkata kepada orang sakit itu: “Ulurkanlah tanganmu!” Orang itu berbuat demikian dan sembuhlah tangannya. Maka meluaplah amarah mereka, lalu mereka berunding, apakah yang akan mereka lakukan terhadap Yesus.”

(LUK 6: 10 – 11)

Bacaan Injil hari ini mengusik kita. Berulang kali kita dapati ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi bertindak dengan niat dan penuh perhitungan. Di sini mereka mencari apa saja agar dapat mempersalahkan Yesus. Dan apa yang mereka temukan untuk mempersalahkan-Nya? Mereka menyaksikan Dia melakukan mukjizat pada hari Sabat. Dan mereka mempersalahkan Yesus seolah-olah hal itu adalah dosa.

Alasan mengapa perikope ini sangat mengusik adalah fakta bahwa mereka yang adalah pemimpin agama pada waktu itu jelas-jelas hanya memikirkan kepentingan mereka sendiri, dan Yesus menjadi penghalang bagi mereka. Yesus menjadi lebih populer dan dihormati ketimbang ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi dan karenanya mereka dipenuhi dengan iri hati dan dengki.

Satu hal penting yang dapat kita pelajari dari perikop ini adalah bahwa dosa iri hati membawa kita kepada irasionalitas dan kebodohan. Dosa ini membutakan kita dan membuat kita berpikir serta mengatakan hal-hal yang bodoh. Inilah yang dilakukan oleh ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Orang waras manakah yang akan mempersalahkan Yesus melakukan kejahatan ketika Ia melakukan sesuatu yang baik seperti menyembuhkan pada hari Sabat? Hanya mereka yang telah dibutakan oleh iri hati dan dengki.

Meskipun perikope ini mengusik kita, semoga kita diusik atas cara yang berguna. Ini menjadi kesempatan bagi kita masing-masing untuk melihat hidup kita sendiri dan memeriksa hubungan kita dengan sesama. Apakah iri hati bercokol dalam hati kita, dalam relasi-relasi kita? Apakah saya bertindak dan berpikir atas cara yang tidak rasional terhadap orang-orang tertentu?

Renungkanlah hari ini, kecenderungan apa pun yang mungkin ada dalam diri kita yang membuat kita menjadi seperti ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi itu. Kehadiran mereka dalam Kitab Suci menjadi cermin bagi kita untuk melihat bagaimana kita bergulat dengan dosa-dosa yang buruk itu. Biarkanlah perikope ini memotivasi kita untuk berusaha membebaskan diri dari iri hati dan dengki dalam hidup kita.

Tuhan, aku ingin bebas dari dosa kesombongan, iri hati dan cemburu. Tolonglah aku untuk dengan jeli melihat semua itu dalam hidupku, bertobat dari semua itu serta menggantinya dengan kerahiman dan kasih-Mu.

Author

Write A Comment