Remah Harian

KESEMPATAN KEDUA

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Jumat, 7 Juli 2023, Jumat Pekan Biasa XIII
Bacaan: Kej. 23:1-4,19;24:1-8,62-67Mzm. 106:1-2,3-4a,4b-5Mat. 9:9-13.

Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: “Ikutlah Aku.” Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia.

(Mat 9: 9)

“Ayolah…. beri saya kesempatan kedua!” Kita sering mendengar kata-kata ini ketika seseorang melakukan kesalahan dan meminta kesempatan kedua untuk menjadi lebih baik.

Dalam Kitab Suci terdapat banyak kisah tentang orang-orang yang diberi “kesempatan kedua” dalam hidup mereka dan mereka menjadi orang-orang besar, orang-orang kudus! Contohnya, St Paulus, dari Saulus, seorang algojo yang mengejar dan menganiaya orang-orang Kristen, berubah menjadi misionaris yang hebat. St Thomas yang dulunya adalah seorang peragu, berubah menjadi seorang yang percaya. Contoh lain lagi adalah St Petrus yang menyangkal Yesus tetapi diberi kesempatan kedua dan menjadi kepala Gereja yang pertama.

Injil hari ini adalah kisah lain tentang “kesempatan kedua” yang diberikan kepada seseorang bernama Matius. Kita semua tahu siapa Matius, seorang Yahudi, yang menjual jasanya kepada orang Romawi untuk mengumpulkan pajak bagi mereka dari orang-orang sebangsanya. Di mata banyak orang, Matius bukanlah orang yang baik. Tidak ada seorang pun yang ingin berada di dekatnya kecuali rekan-rekannya sesama pemungut cukai dan orang-orang berdosa.

Namun, ada satu orang, Yesus nama-Nya, yang tidak hanya berani terlihat bersamanya, tetapi bahkan makan di rumahnya bersama para pemungut cukai dan orang-orang berdosa lainnya. Dia memberi Matius “kesempatan kedua” dengan mengundangnya untuk menjadi salah satu murid-Nya.

Kita hanya bisa membayangkan bagaimana perasaan Matius ketika Tuhan memanggilnya. Itu adalah kesempatan seumur hidup baginya untuk menebus masa lalu dan membangun masa depan yang baru. Ini adalah kesempatan baginya untuk melakukan sesuatu bagi dirinya sendiri. Tentunya, dia tidak pernah menyesalinya. Hari ini, kita mengenalnya sebagai salah satu rasul besar Tuhan kita.

Kisah kita hari ini sungguh merupakan kabar baik bahwa Allah tidak pernah menyerah pada kita; Dia selalu memberi kita “kesempatan kedua” untuk memperbaiki diri kita, tidak peduli bagaimana keadaan kita di hadapan-Nya. Seperti Matius, marilah kita berdiri dan meninggalkan masa lalu yang penuh dosa dan mulai mengikut Dia. Untuk semua kesalahan dan dosa yang kita lakukan dalam hidup ini, dengan rendah hati kita berdoa: “Tuhan, berilah saya kesempatan kedua.”

Kita yang selalu diberi kesempatan kedua oleh Tuhan, pada gilirannya diharapkan berani memberi kesempatan kedua bagi sesama. Kita perlu memandang sesama dengan mata Kristus dan mengasihi mereka dengan HATI Kristus.

Tuhan, berilah saya kesempatan kedua!

Author

Write A Comment