Remah Harian

KERAJAAN ALLAH ADA DI ANTARA KAMU

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Kamis, 10 November 2022, Kamis Pekan Biasa XXXII, Peringatan St. Leo Agung, Paus.
Bacaan: Flm. 7-20Mzm. 146:7,8-9a,9bc-10Luk. 17:20-25

“Sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu.”

(Luk 17: 21)

Umat Yahudi percaya bahwa kedatangan Sang Mesias yang tak terduga waktunya akan disertai dengan tanda-tanda khusus. Mereka juga percaya bahwa Sang Mesias politis yang akan memerintah Israel sebagai raja, menyingkirkan pemerintahan penjajah. Oleh sebab itu mereka meminta kepada Yesus tanda-tanda yang sudah dinubuatkan yang menunjuk pada Sang Mesias – jika Yesus sendiri adalah Sang Mesias.

Namun Yesus menjawab bahwa Kerajaan Allah sudah ada di antara mereka, dan itulah tanda-tanda messianis yang paling agung. Kata bahasa Yunani yang diterjemahkan “di antara kamu” berarti baik “di antara kamu” maupun “di dalam kamu”. Kita mengerti dan menghayati bahwa Sang Mesias, Sang Juruselamat memerintah hati dan budi kita secara individu, mengubah hati manusia dari hati yang keras membatu menjadi hati penuh Roh Kudus yang mengasihi, berbelas kasih, dan berbelarasa.

“Kerajaan Allah ada di antara kamu” berati Allah sendiri hadir di tengah-tengah umat-Nya dalam diri Yesus dari Nazareth, menjadi tanda kehadiran Kerajaan Allah dan melaksanakan kehendak Allah atas cara paling sempurna. Yesus juga mengingatkan para Farisi untuk tidak mencari Sang Mesias “di sana” atau “di sini”. Ia akan datang dalam kedatangan kembali Yesus yang tak terduga, “seperti kilat memancar dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain,” (Luk 17: 24).

Mari kita menjadi warga Kerajaan Allah dengan mengijinkan Yesus, Sang Mesias, memegang kendali atas hidup kita. Biarlah Ia merajai hidup kita dengan memberi Dia prioritas utama.

Jika Ia memerintah hidup kita, maka kita pun turut serta menghadirkan Kerajaan-Nya itu mulai dari dalam diri kita dan mengubah hati kita menjadi semakin serupa dengan Yesus, menjadi murid-murid-Nya yang tahu mengasihi, berbelas-kasih dan mengampuni, yang tanpa kenal lelah memperjuangkan kebaikan, kebenaran dan keadilan.

Sejauh mana saya berusaha agar Kerajaan Allah hadir di tengah-tengah kehidupan kita saat ini?

St. Leo Agung, Paus

Paus St. Leo Agung

Dengan keyakinan kuat dan jelas tentang pentingnya Uskup Roma dalam Gereja, dan Gereja sebagai tanda kehadiran Kristus yang berkelanjutan di dunia, Leo Agung menunjukkan dedikasi tanpa akhir sebagai Paus. Terpilih pada tahun 440, ia bekerja tanpa lelah sebagai “Pengganti Petrus,” membimbing sesama uskup sebagai yang “setara dalam jabatan sebagai uskup dan dalam kelemahan.”

Leo dikenal sebagai salah satu Paus administratif terbaik dari Gereja kuno. Karyanya mempunyai empat bidang utama, yang menunjukkan gagasannya tentang tanggung jawab total Paus atas kawanan domba Kristus. Dia bekerja keras untuk mengendalikan ajaran sesat Pelagianisme yang melebih-lebihkan kebebasan manusia, Manikheisme yang melihat segala sesuatu yang material sebagai kejahatan dan ajaran sesat lainnya. Ia menuntut umat untuk menjaga iman Kristen yang sejati.

Bidang utama kedua yang menjadi perhatiannya adalah kontroversi doktrinal di Gereja di Timur, yang ditanggapinya dengan sebuah surat yang memuat ajaran Gereja tentang dua kodrat Kristus. Dengan iman yang kuat, dia juga memimpin pertahanan Roma melawan serangan barbar, mengambil peran sebagai pembawa damai.

Di ketiga bidang ini, karya St Leo sangat dihargai. Pertumbuhannya menuju kekudusan didasarkan pada kedalaman rohani yang dengannya dia mendekati pelayanan kegembalaan umatnya, yang merupakan fokus keempat karyanya. Dia dikenal karena khotbahnya yang mendalam. Dengan hidup kudus, berpengalaman dalam Kitab Suci dan kesadaran gerejawi, Leo memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan sehari-hari umatnya. Salah satu khotbahnya digunakan untuk bacaan ofisi pada hari Natal.

Dikatakan arti penting keberadaan St. Leo terletak pada keteguhan doktrinnya tentang misteri Kristus dan Gereja dan dalam karisma sdari kehidupan rohaninya yang diberikan kepada umat manusia di dalam Kristus dan di dalam Tubuh-Nya, Gereja. Leo memegang teguh bahwa semua yang dia lakukan dan katakan sebagai Paus untuk memerintah Gereja mewakili Kristus, kepala Tubuh Mistik, dan Santo Petrus, di mana Leo bertindak.

Ketika kritik yang meluas terhadap struktur Gereja timbul, kita juga mendengar kritik bahwa para uskup dan imam—bahkan kita semua—terlalu sibuk dengan urusan-urusan duniawi. Paus Leo adalah contoh seorang administrator hebat yang menggunakan bakatnya di bidang-bidang di mana semangat dan struktur digabungkan secara tak terpisahkan: doktrin, perdamaian, dan pelayanan pastoral. Dia menghindari “hidup seperti malaikat” yang tak bertubuh, serta “kepraktisan” yang hanya berurusan dengan eksternal.

Author

Write A Comment