Remah Harian

KECIL TAPI BERDAYA

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Selasa, 31 Oktober 2023, Selasa Pekan Biasa XXX
Bacaan: Rm. 8:18-25Mzm. 126:1-2ab,2cd-3,4-5,6Luk. 13:18-21.

Seumpama apakah hal Kerajaan Allah dan dengan apakah Aku akan mengumpamakannya? Ia seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di kebunnya; biji itu tumbuh dan menjadi pohon dan burung-burung di udara bersarang pada cabang-cabangnya.” Dan Ia berkata lagi: “Dengan apakah Aku akan mengumpamakan Kerajaan Allah? Ia seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya.”

(Luk 13: 18 – 21)

Dalam perikope Injil hari ini, Yesus memberikan penjelasamn singkat tentang Kerajaan yang dibawanya. Karena mukjizat-mukjizat-Nya menjadi pernyataan kuasaan-Nya, seperti apakah pemerintahan-Nya itu? Pernyataan-Nya ini penting dalam kaitannya dengan pengharapan orang Yahudi bahwa Kerajaan itu akan datang sekaligus dan dengan kuasa yang besar.

Perumpamaan tentang biji sesawi (ayat 18-19) dan perumpamaan tentang ragi (ayat 20-21) pada dasarnya menunjukkan hal yang sama, yaitu bahwa Kerajaan itu dimulai dari yang kecil tetapi pada akhirnya akan mencakup seluruh bumi. Yesus membandingkan Kerajaan itu dengan biji sesawi yang ditaburkan di sebuah kebun dan menjadi sebuah pohon di mana burung-burung dapat hinggap di dahan-dahannya. Gambaran tentang pohon yang menaungi burung-burung ini berasal dari Yehezkiel 17:22-24, di mana Anak Daud yang dijanjikan menjadi sumber pembebasan bagi umat-Nya. Gambaran ini juga kontras dengan Dan 4:10-12, di mana pohon besar Nebukadnezar berakhir sebagai tunggul. Apa yang diharapkan oleh orang-orang Yahudi untuk datang sekaligus akan tumbuh secara bertahap menjadi kebesaran.

Perumpamaan tentang ragi juga serupa. Di sini intinya adalah pengaruh kehadiran Kerajaan. Yesus menggunakan gambaran sejumlah tepung untuk ilustrasi ini: tiga sukat (1 sukat kering = 13 liter, maka 3 sukat = 39 liter). Sejumput ragi pada akhirnya akan meresap ke seluruh adonan. Apa yang dimulai sebagai gerakan yang tidak signifikan pada akhirnya akan memenuhi seluruh bumi.

Dinamika ini dapat kita alami juga dalam kehidupan keseharian. Tak jarang apa yang biasanya dianggap orang sebagai tindakan kebaikan yang biasa-biasa saja atau “kecil”, kemudian akan mengejutkan: tindakan kecil tersebut telah menyentuh atau bahkan mengubah orang lain atau bahkan perlahan mengubah dunia.

“Perbuatan baik yang kecil, kata-kata kasih yang sederhana, membantu membuat Bumi semakin indah seperti surga di atas sana”. Jangan ragu untuk memulai dari yang kecil ketika Anda bekerja untuk Tuhan. Hal yang kecil itu penuh dengan potensi ketika dipenuhi oleh Tuhan.

Hal-hal kecil apa yang dapat Anda persembahkan kepada Tuhan sekarang? Mintalah Dia untuk mengubahnya menjadi besar.

Tuhan terkasih, dengan rendah hati aku mempersembahkan hidupku kepada-Mu. Gunakanlah untuk kemuliaan-Mu. Amin.

Author

Write A Comment