Sabda Hidup
Kamis, 14 Desember 2023, Peringatan Wajib St. Yohanes dari Salib
Bacaan: Yes. 41:13-20; Mzm. 145:9,10-11,12-13ab; Mat. 11:11-15
Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya.”
(Mat 11: 11)
Dalam Injil hari ini, Yesus memberi kita gambaran tentang kebesaran yang sejati. Dia menyebutkan kebesaran Yohanes Pembaptis yang mempersiapkan jalan-Nya dengan memberitakan Kabar Baik tentang keselamatan melalui pertobatan. Kebesaran Yohanes Pembaptis juga terletak kerendahan hatinya di hadapan Yesus, Dia yang benar-benar besar. Namun, Yesus menyebutkan kebesaran yang lain. Menjadi bagian dari Kerajaan Allah adalah kebesaran setiap orang, bahkan lebih besar dari kebesaran Yohanes.
Muhammad Ali, petinju yang hebat itu, pernah mengklaim dirinya sebagai yang terbesar. Namun, kebesarannya menyusut seiring dengan bertambahnya usia dan semakin mundurnya kesehatannya. The Beatles, grup terkenal tahun 60-an, percaya bahwa merekalah yang terbesar. Namun mereka berkejaran dengan usia dan pembubaran mereka menyebabkan kejatuhan mereka. Firaun mengira bahwa ia dapat mengalahkan Allah Israel. Dia salah. Kekuatan dan klaim kebesarannya tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Yahweh. Kebesaran sejati lebih dari sekadar kekuasaan atau ketenaran, atau otoritas. Kebesaran adalah milik Kerajaan Allah. Sesungguhnya, memperoleh hidup kekal jauh lebih besar daripada kebesaran apa pun di bumi.
Kebesaran itulah yang harus kita cita-citakan. Kebesaran duniawi membutuhkan talenta, kemampuan, kekayaan, kesempatan, keberuntungan, dan posisi kekuasaan yang besar. Kebesaran surgawi hanya membutuhkan iman yang penuh kepada Tuhan dan pengosongan diri. Yesus memberi kita contoh tentang kebesaran itu. Dia adalah Allah namun Dia merendahkan diri-Nya dengan mengambil rupa kita. Dia selalu setia kepada Bapa-Nya dan taat sampai mati. Dia mengalami kematian tetapi bangkit untuk hidup kembali. Kebesaran-Nya ada dalam kepercayaan dan ketaatan-Nya kepada Bapa.
Yesus juga menunjukkan yang terbesar dalam Kerajaan Surga dengan menunjuk seorang anak kecil. Seorang anak kecil bergantung pada orang tua mereka. Ia taat kepada mereka. Ia sadar bahwa tanpa orang tuanya, ia bukan apa-apa. Untuk menjadi besar di hadapan Tuhan, kita harus merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil. Kita semua diharapkan menjadi besar: mengejar kebesaran sejati.
Tuhan, semoga kami mengejar kebesaran sejati, dengan menghantar sesama kepada-Mu, dengan melayani. Amin.
