Remah Harian

KEBERANIAN MEMOHON PENGAMPUNAN

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Kamis, 6 Juli 2023, Kamis Pekan Biasa XIII
Bacaan: Kej. 22:1-19Mzm. 116:1-2,3-4,5-6,8-9Mat. 9:1-8.

Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni.”

(Mat 9: 2b)

Narasi Injil hari ini diakhiri dengan Yesus menyembuhkan orang lumpuh itu dan berkata kepadanya, “Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!” Orang lumpuh itu melakukan apa yang diperintahkan Yesus dan orang banyak terkagum-kagum dan memuliakan Allah.

Ada dua mukjizat yang terjadi di sini. Yang pertama adalah mukjizat fisik sedangkan yang kedua terjadi secara rohani. Secara fisik ia disembuhkan dari lumpuhnya, sedangkan secara rohani ia disembuhkan dengan diampuni dosa-dosanya.

Mukjizat mana yang lebih penting? Manakah kira-kira yang paling ia rindukan?

Mungkin sulit untuk menjawab pertanyaan yang terakhir, sebab kita tidak tahu apa yang ada dalam benak orang lumpuh itu. Pertanyaan pertama, mungkin lebih mudah. Kesembuhan rohani, pengampunan atas dosa-dosanya, tentu lebih penting. Itu paling penting karena mempunyai konsekunsi bagi jiwanya.

Bagi kebanyakan dari kita, lebih mudah berdoa kepada Tuhan untuk hal-hal seperti kesembuhan fisik atau sejenisnya. Kita mungkin merasa cukup mudah untuk memohon bantuan dan berkat dari Tuhan. Tapi seberapa mudah bagi kita untuk memohon pengampunan? Hal itu mungkin lebih sulit untuk dilakukan bagi banyak orang karena membutuhkan kerendahan hati di pihak kita. Hal itu mengharuskan kita untuk terlebih dahulu mengakui bahwa kita adalah orang berdosa yang membutuhkan pengampunan.

Mengakui kebutuhan kita akan pengampunan membutuhkan keberanian, tetapi keberanian ini adalah keutamaan yang besar dan menunjukkan kekuatan karakter seseorang. Datang kepada Yesus untuk memohon belas kasih dan pengampunan-Nya dalam hidup kita adalah doa yang paling penting yang dapat kita panjatkan dan menjadi dasar dari semua doa-doa kita yang lain.

Renungkanlah hari ini, seberapa besar kemauan Anda untuk memohon pengampunan dari Tuhan. Seberapa rendah hatikah Anda bersedia mengakui dosa-dosa Anda? Kerendahan hati seperti itu adalah salah satu hal terpenting yang dapat Anda lakukan. St Agustinus pernah berkata: “Jika Anda bertanya kepada saya, apakah hal yang paling penting dalam agama dan disiplin Yesus Kristus, saya akan menjawab: pertama, kerendahan hati; kedua, kerendahan hati, dan ketiga, kerendahan hati.”

Tuhan, berilah aku keberanian. Berikanlah aku keberanian, terutama, untuk merendahkan diri di hadapan-Mu dan mengakui semua dosaku. Dalam pengakuan yang rendah hati ini, tolonglah aku untuk mencari pengampunan-Mu setiap saat dalam hidupku. Amin.

Author

Write A Comment