Remah Harian

JANGAN MENCARI KAMBING HITAM

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Sabtu, 9 September 2023, Sabtu Pekan Biasa XXII
Bacaan: Kol. 1:21-23Mzm. 54:3-4,6,8Luk. 6:1-5.

Pada suatu hari Sabat, ketika Yesus berjalan di ladang gandum, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya, sementara mereka menggisarnya dengan tangannya. Tetapi beberapa orang Farisi berkata: “Mengapa kamu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?”….. Kata Yesus lagi kepada mereka: “Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.”

(Luk 6: 1 – 2, 5)

Dalam hidup, selalu saja ada kambing hitam. Dalam kehidupan kita sebagai orang-orang kristiani pun tak lepas dari si kambing hitam. Ada saja orang-orang yang selalu memandang negatif apa saja yang dilakukan orang lain. Nampaknya bagi mereka tak ada yang baik, kecuali yang dilakukan oleh diri mereka sendiri. Mereka selalu melihat ada kesalahan bahkan dalam hal-hal yang baik sekalipun.

Orang-orang Farisi dalam narasi Injil hari ini dapat dikatakan “lebay”, berlebihan. Bagi mereka, para murid dapat dianggap melakukan 5 pelanggaran hari Sabat. Memetik biji gandum bisa dianggap menuai, menggosok butir gandung di tangan itu sama dengan merontokkan gandum, meniup sekam sama dengan menampi, memegang biji-biji gandum di tangan sama dengan memikul beban, dan apa yang mereka lakukan itu sama dengan menyiapkan makanan. Nah pekerjaan-pekerjaan itu dilarang pada hari Sabat. Orang-orang Farisi menginterpretasikan pelaksanaan hari Sabat dengan menekankan hal-hal yang dilarang untuk hari sabat. Yesus fokus pada tindakan positif: mempertahankan dan memelihara kehidupan.

Pandangan dan pikiran positif akan lebih membantu kita untuk lebih terbuka pada pelbagai macam berkat Tuhan. Bagaimana dengan kita? Apakah pikiran dan pandangan kita selalu penuh dengan celaan? Apakah kita selalu mencari kambing hitam pada tindakan orang lain? Apakah kita selalu merasa yang paling benar dan orang lain selalu salah?

Daripada selalu mencari kambing hitam, mari mengasihi, sebab jika kita sibuk mengadili sesama, kita tidak punya waktu untuk mengasihi mereka. Ketimbang mengadili sesama, mari beri mereka senyum. Senyum bukan hanya tindakan positif, tetapi juga tindakan kasih. “Setiap kali anda tersenyum kepada seseorang, itu adalah tindakan kasih, hadiah untuk orang itu, sesuatu yang indah.” Demikian kata Ibu Teresa dari Calcutta.

Tuhan, tumbuhkanlah kerendahan hati dan pikiran positif dalam diri kami. Semoga kami lebih mengasihi ketimbang mengadili sesama. Amin.

Author

Write A Comment