Remah Harian

JAGALAH DIRIMU

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Sabtu, 2 Desember 2023, Sabtu Pekan Biasa XXXIV
Bacaan: Dan. 7:15-27 ; MT Dan. 3:82-87Luk. 21:34-36

(Luk 21: 34, 36)

Seorang aktivis sebuah paroki sedang jogging suatu Sabtu pagi. Dia adalah seorang yang baik, begitu perhatian terhadap sesama, terutama mereka yang berkekurangan. Ia juga menjadi pengurus Dewan Paroki. Ia aktif dalam pelbagai macam kegiatan baik di Gereja maupun masyarakat. Di tempat ia bekerja, di sebuah perusahaan swasta, ia juga dikenal sebagai seorang yang tekun dan ulet, sangat perhatian terhadap rekan-rekan kerjanya. Singkat cerita, ia adalah seorang yang amat baik. Akan tetapi siapa yang tahu bahwa kemalangan akan menimpanya pada Sabtu pagi itu. Ketika ia jogging, sebuah truk yang mengangkut gaplek melintas di dekatnya dan salah satu dinding bak truk itu jebol menimpanya beserta dengan isinya. Ia meninggal seketika, tertimbun gaplek. Ketika orang bertanya, mengapa ia meninggal orang berseloroh, “Ia mati kejatuhan gaplek.” Memang benar, tapi gapleknya satu truk. Tetapi orang juga menambahkan, “Untunglah, ia orang yang amat baik. Pasti masuk surga.”

Hari ini adalah hari terakhir dalam masa biasa. Besok, kita awali masa Advent dengan Minggu Advent I sekaligus kita masuki tahun liturgi yang baru. Sabda Tuhan selama sepekan yang kita lalui berbicara tentang akhir jaman atau kedatangan kembali Tuhan kita Yesus Kristus (parousia). Kita diharapkan agar tetap berjaga-jaga dan siap sedia. “Jagalah dirimu!” sabda Yesus dalam Injil hari ini.

Terhadap apakah kita harus berjaga-jaga? Pertama, kita harus berjaga-jaga terhadap si jahat dan godaannya. Mengapa kita harus berjaga? Sebab si jahat itu sungguh nyata dalam keseharian kita yang biasa. Ia berkeliaran di sekitar kita mencari mangsa. Ia selalu menemukan cara bagaimana menghancurkan kita, terutama menyerang kita dalam relasi kita dengan Allah. Ia menyerang kita saat kita sedih, saat kita mengalami titik terendah hidup kita, saat kita mengalami kesulitan dan penderitaan hidup. Ia datang tidak secara tiba-tiba sehingga kita jatuh dalam dosa besar, tetapi atas cara yang biasa, tidak dramatis, melancarkan serangannya atas cara yang menarik dalam rutinitas kita. Ia menabur keraguan dan kebingungan sehingga kita tidak dapat mengetahui kebenaran tentang Allah dan Kerajaan-Nya. Akan tetapi kita dapat mengatasinya dengan tetap berjaga, dengan kesetiaan, kesabaran, pengendalian diri, ketetapan hati dan iman.

Kedua, mari kita berjaga dan siap sedia terhadap kematian kita sendiri. Sebab tidak ada yang lebih pasti di dunia ini selain kematian kita masing-masing. Setiap orang pasti mati. Akan tetapi hal yang paling tidak pasti juga berkaitan dengan kematian itu sendiri yakni tak seorangpun tahu kapan dan bagaimana ia mati. Kematian dapat datang kapan saja. Ada orang yang sedang bercakap-cakap dan bersenda-gurau tiba-tiba mati. Ada yang sedang bermain badminton, sedang melompat melancarkan smash malahan meninggal. Ada yang sedang jogging santai seperti kisah di awal renungan ini. Ada yang sedang makan tersedak dan mati. Maka sikap yang terbaik adalah berjaga dan siap sedia.

Ketiga, kita berjaga dan siap sedia untuk kedatangan kembali Tuhan kita Yesus Kristus. Pada saat itu, kita harus mempertanggungjawabkan hidup kita. Dan kita berharap pada hari terakhir itu kita tidak terkejut. Mari kita tetap menyadari bahwa kita harus mengembalikan kepada-Nya apa yang telah Ia berikan kepada kita sebagai karunia, tentu beserta dengan buah-buahnya. Mari kita pergunakan waktu kita yang terbatas dengan bijaksana, untuk melayani Tuhan. “Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat….” Kekuatan kita adalah doa. Berjaga dan berdoa agar tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.

Adakah sesuatu dalam hidup saya yang tidak sesuai dengan status saya sebagai anak Allah?

Tuhan, aku sungguh mengasihi-Mu dan saya ingin lebih mengasihi-Mu lagi. Tolonglah aku untuk tetap terjaga dalam kehidupan imanku. Tolonglah aku untuk tetap mengarahkan mataku kepada-Mu dalam segala hal sehingga aku selalu siap untuk-Mu ketika Engkau datang kepadaku.

Author

Write A Comment