Remah Harian

IRI HATI

Pinterest LinkedIn Tumblr

Tetapi seorang di antara mereka, yaitu Kayafas, Imam Besar pada tahun itu, berkata kepada mereka: “Kamu tidak tahu apa-apa, dan kamu tidak insaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita dari pada seluruh bangsa kita ini binasa,” (Yoh 11: 49 – 50)

Besok, kita akan memasuki Pekan Suci. Maka pantaslah apabila kita mulai memusatkan permenungan kita pada sengsara dan wafat Yesus. Marilah kita mengarahkan pandangan kita pada Salib-Nya.

Dalam kutipan di atas kita melihat apa yang dipikirkan oleh Kayafas, Imam Besar. Apa yang dikatakannya mempunyai makna ganda: ada pesan kenabian tetapi sekaligus punya motif jahat. Ia bersama dengan Mahkamah Agama dan Farisi, mulai berencana untuk membunuh Yesus.

Popularitas Yesus semakin menanjak dan mereka takut bahwa popularitas-Nya akan menimbulkan ketegangan dengan penjajah Roma. Namun mereka juga iri hati bahwa Yesus menarik begitu banyak orang. Maka Kayafas memberikan pendapatnya bahwa lebih baik satu orang mati daripada seluruh bangsa binasa. Nampaknya ia berpikir, jika Yesus menjadi semakin populer dan lebih banyak orang yang mendengarkan Dia ketimbang mendengarkan para imam dan Farisi, maka lebih baik “membereskan”-Nya, sesuai dengan cara mereka.

Nampak jelas bahwa para Farisi sebenarnya lebih memperhatikan kepentingan diri dan status mereka sendiri daripada kebenaran. Salah satu dari keberatan mereka adalah bahwa Yesus telah melakukan banyak tanda dan mukjizat. Jika para Farisi sungguh mencari kebenaran, maka mereka seharusnya mereka melihat kuasa ilahi Yesus serta percaya dan mengikuti-Nya. Tetapi mereka berkutat dengan kesombongan mereka. Mereka takut kehilangan status dan kedudukan mereka.

Kita sering mempunyai pengalaman yang sama dalam kehidupan sehari-hari. Kita ingin menjadi pusat perhatian. Sering kali ketika kita melihat seseorang yang lain lebih berhasil, lebih mendapatkan pujian maka irihati mulai merayap di hati kita. Dan ketika irihati mulai berkuasa, kebencian timbul, kemudian kita menginginkan hal buruk menimpa orang lain.

Apakah yang anda rasakan ketika anda melihat orang lain lebih berhasil daripada anda? Apakah iri dan ketamakan memberi kita manfaat? Tentu itu tak ada faedahnya bagi kita, dan hanya akan mendorong kita untuk melakukan kejahatan seperti yang dilakukan orang-orang Farisi terhadap Yesus. Karena itu, marilah kita menyingkirkan iri dan dengki dari hati kita. Daripada iri hati, berbahagialah bersama dengan mereka yang berhasil. Alih-alih serakah dan cinta diri, mengapa kita tidak bermurah hati?

Ada tukang kayu membuat peti
Peti yang bagus berbahan kayu jati
Mari bersihkan diri dan sucikan hati
Jauhkan sifat dengki serta iri hati.

Selamat berakhir-pekan.

Author

Write A Comment