Sabda Hidup
Kamis, 23 Februari 2023, Kamis Sesudah Rabu Abu
Bacaan: Ul. 30:15-20; Mzm. 1:1-2,3,4,6; Luk. 9:22-25.
“Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.”
(Luk 9: 23)
Bacaan pertama hari ini, dari Kitab Ulangan, memberikan tiga (3) program penting di masa Prapaskah: mengasihi Allah, mengikuti jalan-Nya, dan melaksanakan perintah-perintah-Nya. “Pada hari ini aku memerintahkan kepadamu untuk mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan berpegang pada perintah, ketetapan dan peraturan-Nya, supaya engkau hidup,” (Ul 30: 16).
Itulah kemuridan seperti yang dituntut oleh Yesus. Ia menghendaki kita hidup seperti Yesus. Ia menderita seperti dikatakan-Nya: “Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga,” (Luk 9: 22). Jika kita ingin mengikuti-Nya, maka kita juga harus mengikuti jalan yang sama. Yesus menempatkannya secara sederhana dan langsung dengan memberikan tiga cara: menyangkal diri, memikul salib, mengikuti-Nya. Di masa Prapaskah ini kita diingatkan bahwa kita biasanya lebih suka memanjakan diri, menolak salib dan menempuh jalan kita sendiri.
Hari ini Tuhan menyatakan kepada kita bahwa menjadi seorang murid adalah sesederhana ABC: (a) mengasihi Dia, (b) berjalan di jalan-Nya dan (c) mematuhi perintah-perintah-Nya. Yesus juga berkata bahwa kemuridan itu semudah 123: (1) menyangkal diri, (2) memikul salib dan (3) mengikuti Dia. Sebenarnya semua itu adalah satu dan sama. Apa pun yang Anda pilih, pilihlah kehidupan.
Tuhan Yesus, kuberikan tanganku untuk melakukan pekerjaan-Mu. Kuberikan kakiku untuk berjalan di jalan-Mu. Kuberikan kepada-Mu mataku untuk melihat seperti Engkau melihat. Kuberikan lidahku untuk mengucapkan perkataan-Mu. Kuberikan kepada-Mu pikiranku agar Engkau dapat berpikir dalam diri-ku. Kuberikan rohku agar Engkau dapat berdoa di dalam aku. Di atas segalanya, kuberikan hatiku agar aku dapat mencintai Bapa dan sesama seperti Engkau. Kuberikan kepada-Mu seluruh diriku agar Engkau dapat tumbuh dalam diriku, sehingga Engkau sendiri, ya Tuhan Yesus, yang hidup dan bekerja dan berdoa di dalam aku.
