Sabda Hidup
Selasa, 28 Maret 2023, Selasa Pekan Prapaskah V
Bacaan: Bil. 21:4-9; Mzm. 102:2-3,16-18,19-20; Yoh. 8:21-30.
“Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini.”
(Yoh 8: 23)
“Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami mati di padang gurun ini? Sebab di sini tidak ada roti dan tidak ada air, dan akan makanan hambar ini kami telah muak,” (Bil 21: 5). Demikian umat Israel yang dipimpin oleh Musa keluar dari Mesir mengeluh kepada Musa dan kepada Allah, seperti kita dengar dalam bacaan pertama hari ini.
Barangkali, kita pun seperti mereka. Dengan cepat mengeluh ketika ini atau itu tidak sesuai dengan apa yang kita sukai atau tidak sesuai dengan standard kita. Syukur bahwa kita tidak dihukum seperti umat Israel. Namun sudah semestinya kita sadar akan kekerasan hati kita. Tuhan senantiasa menghendaki dan memberikan yang terbaik, dan tidak selayaknya kita complain, mengeluh tentang banyak hal.
Yesus dalam Injil hari ini mengingatkan kita: “Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini,” (Yoh 8: 23). Jika kita tetap terpaku pada hal-hal dan urusan duniawi yang sementara ini, maka sulit bagi kita untuk “ditinggikan” dalam hal-hal yang lebih mulia. Seperti para Farisi yang nampaknya tak dapat menangkap apa yang dikatakan oleh Yesus.
Saat kita semakin mendekati Pekan Suci, Sabda Tuhan hari-hari ini lebih eksplisit merujuk pada kematian Yesus di kayu salib dan “efek” menguntungkan yang dihasilkannya bagi kita, umat manusia. Akankah kita tetap terpaku pada hal-hal dunia saja, pada dosa yang menjauhkan kita dari Tuhan, dan tiada henti mengeluh? Atau kita akan sujud syukur atas belas kasih-Nya yang berlimpah bagi kita?

Gordey Trishenkov adalah seorang pecinta fotografer handal. Walau demikian, Gordey memiliki tubuh yang kurang sempurna sejak lahir. Ia memiliki alat bantu gerak pada kedua kakinya, tidak memiliki lengan kiri dan tak memiliki tangan kanan. Tapi ini tak mencegahnya untuk mengejar pendidikan, lulus kuliah, menikah, dan mencari nafkah dari hobinya. Gordey belajar hampir semua keterampilan profesionalnya dengan bantuan internet. Dia tidak pernah merasa inferior dan pengalamannya membuktikan bahwa apapun dapat dicapai selama seseorang memiliki cukup keinginan dan ketekunan.

Sebagian besar dari kita juga tahu siapa itu Tony Melendez. Komposer, penyanyi, dan penulis lagu dari Nicaragua itu telah memimpikan memainkan gitar seumur hidupnya. Tiadanya lengan sejak lahir tidak menjadi hambatan untuk memenuhi keinginannya.
Tony belajar memainkan gitar menggunakan kakinya dan segera ia menjadi populer di seluruh dunia. Sejak tahun ’80 -an, Tony telah mengadakan konser ke segala penjuru dunia. Ia menulis buku dan menjadi seorang motivator.
Masihkah kita akan terus mengeluh? Kita memiliki segalanya jika kita menyerahkan diri kepada Yesus dan hidup penuh syukur.
TUHAN, ajarlah aku untuk bersyukur atas kehidupan yang telah Engkau berikan kepadaku – termasuk rasa frustrasi dan ketidaksempurnaanku. Ajarlah aku untuk terus percaya pada-Mu. Amin.
