Sabda Hidup
Jumat, 10 November 2023, Peringatan Wajib St. Leo Agung, Paus
Bacaan: Rm. 15:14-21; Mzm. 98:1,2-3ab,3cd-4; Luk. 16:1-8
Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang,”
(Luk 16: 8)
Ayat terakhir perikope Injil kita hari ini meringkas pesan dari perumpamaan yang diceritakan oleh Yesus.
Dalam Kitab Suci tertulis judul perikope ini, “Perumpamaan tentang Bendahara yang Tidak Jujur.” Yesus nampaknya memuji “ketidakjujuran” bendaharawan tersebut. Bagaimana mungkin Yesus menoleransi, apalagi memuji, ketidakjujuran? Jika kita menelaah perumpamaan ini, Yesus menunjukkan kelihaian bendahara itu dalam menghadapi bencana yang akan menimpanya. Karena dia telah melakukan kesalahan besar dalam urusan yang dipercayakan kepadanya, dia pasti akan kehilangan pekerjaannya dan tentu jaminan hidupnya. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi bahwa ia akan menderita secara finansial, ia pergi dan meyakinkan orang-orang yang berhutang kepada tuannya untuk membayar lebih sedikit dari yang mereka pinjam. Dalam prosesnya, orang-orang yang berhutang kepada tuannya akan melihat sikap itu sebagai sebuah kebaikan dan niat baik. Dengan pengakuan itu, dia mungkin bisa meminta bantuan dari mereka di masa depan.
Yesus ingin agar “anak-anak terang” (yang baik) mengadopsi kelihaian “anak-anak dunia” (yang jahat). Dengan kata lain, dengan cara yang sama seperti anak-anak dunia bersedia menggunakan segala yang mereka miliki, termasuk cara-cara yang tidak bermoral, untuk mengamankan masa depan mereka, “anak-anak terang” juga harus menggunakan setiap talenta yang diberikan Tuhan dan cara-cara yang baik untuk berkenan kepada Tuhan. Jika mereka yang jahat serius dalam usahanya dan bertekad untuk berhasil, maka anak-anak terang juga harus sama seriusnya, bahkan lebih serius lagi, bertekad untuk berhasil mengejar keselamatan. Dengan Tuhan di pihak kita, kita pasti akan berhasil.
Di dunia masa kini, ada begitu banyak orang yang memiliki keahlian luar biasa dalam hal penipuan dan kejahatan. Apapun mereka usahakan untuk keuntungan mereka. Yesus mengharapkan hal yang sama dari orang-orang baik. Jika mereka mau bekerja keras, mereka akan mencapai lebih banyak. Jika orang baik lalai, kejahatan akan dengan mudah menang. Memang, Allah tidak pernah meninggalkan kita, tetapi kita harus melakukan bagian kita. Jika Allah menyertai kita, kejahatan tidak dapat bertahan melawan kita!
Apakah Anda menggunakan setiap talenta yang Tuhan berikan untuk memenuhi misi hidup Anda?
Tuhan, semoga aku memiliki tekad dan ketekunan untuk berbuat baik, apa pun yang terjadi.
