Saya pencinta fotografi HDR (High Dynamic Range). Efek tone mapping dan detail enhancer-nya memberi nuansa keindahan yang berbeda dari objek-objek yang ditampilkan. Tanggal 17 – 20 November yang lalu saya berada di Muting, sebuah distrik yang jaraknya kurang lebih 200 km dari Merauke. Jam 12.00 siang kami berangkat dari Merauke dan jam 18.00 memasuki distrik Muting. Sayang, jembatan kali Sigabel, persis sebelum masuk Muting, sudah dibongkar dan untuk memasuki Muting harus melewati jalan darurad di sisi jembatan tersebut. Karena habis hujan, jalan licin sekali dan sebuah truck sedang berjuang menarik truck yang lain yang terbalik di jalan darurat yang sangat licin tersebut. Karena kami tidak bisa melewati tempat itu, kami kembali dan berbelok ke Alfasera sambil mengusahakan komunikasi dengan pastoran Muting. Karena tidak berhasil, akhirnya kami naik ojek dari Alfasera ke Muting, dan kami tiba di pastoran Muting pada pukul 21.00.
Keesokan harinya, kegiatan bersama Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Merauke dimulai, mengambil tempat di gedung gereja lama. Nah, di sela-sela kegiatan, saya mengintip bagian belakang gedung gereja lama tersebut. Ternyata di belakang gereja lama itu terhampar area dengan rawa dan sungai yang eksotik. Berikut ini beberapa bidikan dari tempat tersebut.







