Sabda Hidup
Selasa, 14 Maret 2023, Selasa Pekan Prapaskah III
Bacaan: Dan. 3:25,34-43; Mzm. 25:4b-5b,6-7c,8-9; Mat. 18:21-35.
“Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.”
(Mat 18: 21 – 22)
Di sekitar negeri Palestina, Suriah dan Lebanon terdapat Danau Galilea dan Danau Laut Mati, walau sama-sama mendapatkan aliran air dari Sunga Yordan namun kedua danau tersebut sangat berbeda. Danau Galilea mempunyai panorama yang indah. Air hangat Danau Galilea memiliki banyak flora dan fauna yang hidup. Banyak tumbuhan beragam di sana serta ikan-ikan, antara lain yang dikenal dengan “ikan St. Petrus”. Sejak lama, kehidupan ekonomi di sekitar danau juga menjadi nafas kehidupan masyarakat sekitar. Kini setiap tahunnya banyak turis yang datang menikmati keindahan danau ini.
Sedangkan Laut Mati punya kadar garam yang sangat tinggi, kadar garamnya 32% padahal air laut biasanya mempunyai kadar garam 3% saja. Karena itu tidak ada satu flora dan fauna bisa hidup didanau ini. Di sekeliling danau tersebut juga gersang, danaunya mengeluarkan bau yang tidak sedap. Walau banyak turis yang datang itu karena danau ini punya keunikan yang tidak dimiliki danau lain yaitu mereka bisa mengapung di danau tersebut.
Kedua danau ini, sebenarnya mendapatkan aliran air dari sungai yang sama: Sungai Yordan. Akan tetapi air dari Sungai Yordan atas mengalir masuk ke Danau Galilea, kemudian keluar lagi melalui Sungai Yordan bawah. Sedangkan Laut Mati menerima aliran dari Sungai Yordan dan tak pernah mengalir keluar lagi, berhenti di Laut Mati.
Perumpamaan tentang hamba yang tidak mau mengampuni dalam Injil hari ini mengingatkan kita bahwa Allah telah mengampuni kesalahan kita berulang kali. Belas kasih dan kerahiman-Nya berlimpah terhadap kita. Dalam doa Bapa Kami Bahasa Latin dikatakan: “et dimitte nobis debita nostra, dan lepaskan hutang-hutang kami.” Perumpamaan ini mengatakan kepada kita bahwa hutang kita sesungguhnya tak terbayarkan.
Perumpamaan dalam Injil hari ini mengetengahkan seorang hamba yang sepuluh ribu talenta. Berapakah nilai 1 talenta? Sebagai satuan mata uang, satu talenta nilainya sekitar 6.000 denarius (jamak: denarii, Alkitab Terjemaah Baru menggunakan kata “dinar”). Karena satu denarius merupakan upah yang lazim untuk kerja satu hari, nilai satu talenta adalah sekitar 20 tahun kerja, oleh seorang pekerja biasa. Jika hamba itu berhutang kepada sang raja 10.000 talenta, maka kalikanlah 20 tahun kerja. Mampukah hamba itu membayar hutangnya? Maka jika raja itu menghapus hutangnya, itu merupakan kemurahan dan belas kasih yang amat besar. Sudah seharusnyalah, ia yang mendapatkan kemurahan begitu besar bermurah hati dan berbelaskasih terhadap hamba lain yang. berhutang kepadanya hanya sebesar seratus dinar! Hutang yang amat kecil dibandingkan dengan hutangnya yang telah dihapuskan!
“Hutang” kita kepada Tuhan juga tak terbayarkan. Hanya karena belas kasih-Nya, Tuhan mengampuni kita! Maka, sebagaimana kita telah begitu banyak diampuni, maka kita juga harus mengampuni pelanggaran kecil dari sesama kita.
Demikianlah, kita setiap saat menerima kemurahan Allah, belas kasih dan pengampunan-Nya. Maka aliran belas kasih-Nya itu tidak boleh hanya berhenti pada diri kita. Kerahiman dan belaskasih-Nya adalah anugerah yang harus dibagikan kepada sesama. Kerahiman dan belaskasih-Nya harus menjadi aliran sungai dari-Nya bagi kita dan harus terus mengalir memberi kehidupan kepada sesama. Rasa terima kasih yang terbesar kepada Allah yang Mahapengasih yang dapat kita lakukan adalah mengampuni sesama.
Peringatan Tuhan sangat jelas! Ampunilah, maka kamu akan diampuni. Apakah Anda siap untuk mengampuni?
Tuhan, aku mengakui dosaku. Aku mengakuinya dalam terang rahmat dan belas kasihan-Mu yang melimpah. Saat aku menerima rahmat itu dalam hidupku, mampukan aku untuk berbelas kasih terhadap sesama. Bantu aku untuk mengampuni dengan bebas dan penuh, tanpa syarat apa pun. Yesus, Engkau andalanku!
