Remah Harian

DOA BUKAN RUMUS AJAIB

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Sabtu, 12 November 2022, Sabtu Pekan Biasa XXXII, Peringatan St. Yosafat
Bacaan: 3Yoh. 5-8Mzm. 112:1-2,3-4,5-6Luk. 18:1-8

“Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?”

(Luk 18: 7)

Bagaimana kira-kira jika Yesus memasang  Voice-mail? Bayangkan ketika anda berdoa dan mendengar: “Terima kasih telah menelepon Rumah Bapa. Silakan tekan salah nomor berikut: Tekan 1 untuk permohonan; Tekan 2 untuk ucapan syukur; Tekan 3 untuk keluhan; Tekan 4 untuk semua pertanyaan lainnya.”

Doa adalah tema dari Injil kita hari ini. Dan doa adalah karunia Tuhan. Doa bukanlah mesin atau rumus ajaib. Doa membutuhkan perjuangan di pihak kita, karena itu adalah tindakan cinta dan pemberian diri. Doa berdayaguna jika kita bertekun dan membiarkan Tuhan bertindak. Terkadang kita tidak serta-merta melihat efeknya. Terus mencari Tuhan dalam doa itu saja sudah menjadi buah doa yang terbaik.

Injil menyajikan kepada kita sebuah perumpamaan yang melibatkan seorang hakim yang arogan dan tidak adil dan seorang janda yang rendah hati namun gigih. Hakim itu mengabaikannya pada awalnya, tetapi akhirnya memberikan keadilan padanya karena janda itu sangat gigih. Yesus kemudian menyampaikan gagasan yang ingin disampaikannya-Nya. Jika seorang hakim yang tidak adil memberi keadilan pada wanita ini, apalagi yang akan Tuhan berikan untuk orang-orang pilihannya?

Apa yang dapat kita renungkan dari Sabda Tuhan hari ini?

Pertama, Tuhan mendengar kita ketika kita berdoa. Tetapi tanggapan Tuhan terhadap doa kita barangkali tidak sesuai dengan agenda kita sendiri. Sering kali kita berpikir bahwa Tuhan harus bertindak kapan dan bagaimana sesuai dengan keinginan kita, yaitu, sesuai dengan agenda kita dan bukan kehendak-Nya. Kenyataannya adalah bahwa pandangan kita terbatas, terbatas dan tidak dapat melihat akhir yang akan terjadi. Jadi kita sering kali mengeluh, kita merasa frustrasi, dan mengatakan bahwa Tuhan tidak peduli kepada kita dan kita tidak hidup dengan iman. Tetapi kebenarannya adalah Tuhan memberi kita semua hal baik yang kita butuhkan. Yang diperlukan hanyalah bertekun. Kita perlu mengingat bahwa kita “berurusan” dengan Tuhan yang mencintai kita dan ingin memberi kita apa yang kita benar-benar butuhkan dan apa yang terbaik bagi kita. Ketika kita bertekun, kita harus melakukannya dengan cinta dan kerendahan hati.

Kedua, semakin kita berdoa, semakin kita dekat kepada-Nya. Dan, ketika kita berdoa apa yang kita minta akan berangsur-angsur berubah. Maka perlulah kita menunggu dan bersabar. Pada akhirnya apa yang kita dapatkan adalah apa yang kita benar-benar butuhkan. Dan yang kita butuhkan  tentu sesuai dengan yang Tuhan kehendaki untuk kita.

Seberapa sering anda berdoa? Seberapa konsistenkah anda memohon? Apa yang anda minta? Apa yang sebenarnya anda inginkan? Apakah anda membedakan antara apa yang anda inginkan dan apa yang benar-benar anda butuhkan? Dan apakah anda benar-benar memiliki iman dan kepercayaan pada pemeliharaan penuh kasih dari Allah kita?

St. Yosafat

St. Yosafat Kuntsevich, rasul ekumenisme

Hari ini kita peringati Santo Yosafat Kuntsevych, orang pertama dari Gereja Timur yang dinyatakan Kudus oleh Gereja Khatolik Roma. Ia adalah seorang biarawan dan Uskup Agung dari Gereja Katolik Yunani Ukraina yang menjadi martir karena usahanya untuk mempersatukan umat beriman.  Gereja Katolik Yunani Ukraina sendiri adalah salah satu dari Gereja-Gereja Katolik partikular Ritus Timur yang tergabung dalam persekutuan penuh dengan Gereja Khatolik Roma, dan bertanggung jawab langsung pada Sri Paus.

Yosafat dilahirkan di Ukraina dan dibaptis dengan nama Yohanes pada tahun 1580. Ia menjadi seorang biarawan dalam Ordo St Basilus dan memilih nama Basilus. Ia seorang yang gagah berani dan penuh semangat kurban. Karena banyak bakat kecakapannya, ia dipilih untuk menduduki jabatan pemimpin. Jabatan ini pada akhirnya akan harus dibayar dengan nyawanya.

Yosafat menjadi seorang rasul ekumenisme. Ia menyerukan persatuan di kalangan gereja-gereja Kristen di Ukraina. Ada tiga kelompok utama Kristen: Gereja Latin yang bersatu dengan paus, Gereja Yunani Orthodox dan Gereja Katolik Yunani.

Yosafat dipilih menjadi uskup dan memimpin Keuskupan Polotsk pada tahun 1617. Ia menghabiskan sepuluh tahun berikutnya untuk membantu umat mengenal dan mencintai iman Katolik mereka dengan lebih baik. Ia mengorganisir perayaan-perayaan doa dan kelas-kelas agama. Ia mengadakan pertemuan-pertemuan para klerus dan bekerjasama dengan para imam untuk memberlakukan peraturan-peraturan yang dapat membantu umat beriman hidup lebih dekat dengan Yesus.

Uskup Agung Yosafat membawa pengaruh positif bagi masyarakat. Ia seorang pemimpin yang dinamis. Oleh karena itu, sebagian orang mulai was-was terhadapnya. Mereka membangkitkan suatu persekongkolan untuk melawannya. Yosafat dibunuh. Tubuhnya dibuang ke dalam sebuah sungai dekat sana. Yosafat wafat pada tanggal 12 November 1623. Ia dimaklumkan sebagai seorang santo oleh Paus Pius IX pada tahun 1867.

Marilah pada hari ini kita berdoa bagi persatuan segenap umat Kristen, suatu gagasan yang begitu dekat di hati orang kudus kita ini.

Author

Write A Comment