Remah Harian

DIPANGGIL UNTUK MELIBATKAN DIRI

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Selasa, 11 Juli 2023, Selasa Pekan Biasa XIV, Peringatan Wajib St. Benediktus
Bacaan: Kej. 32:22-32Mzm. 17:1,2-3,6-7,8b,15Mat. 9:32-38

Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala,” (Mat 9: 36).

Dalam Injil hari ini Yesus menyatakan keprihatinan-Nya terhadap orang banyak yang mengikuti-Nya. Ia melihat mereka seperti domba yang tidak bergembala karena mereka tak berdaya, menderita dan ditinggalkan. Sebenarnya orang-orang itu mempunyai gembala yaitu para imam dan para tetua Yahudi, para Farisi dan Saduki, para ahli Taurat dan para pemimpin rumah ibadat. Akan tetapi para pemimpin itu tidak terbukti sebagai gembala mereka, mereka lebih banyak mencari kepentingan diri mereka sendiri, ketimbang kesejahteraan umatnya.

Bukankah ini sering terjadi juga di masa sekarang? Dalam beberapa kesempatan Paus Fransiskus berbicara tentang gembala yang berbau domba. Dalam misa krisma 28 Maret 2013, Paus Fransiskus mengatakan: “Para imam yang tidak keluar dari diri mereka sendiri dengan menjadi pengantara antara Tuhan dan manusia akan perlahan-lahan menjadi manajer saja.” “Inilah permintaan saya,” katanya, “Jadilah gembala yang berbau domba.” Gembala yang berbau domba adalah gembala yang ada bersama dengan kawanan yang dipercayakan kepadanya, dekat dengan mereka, selalu siap bukan hanya untuk administrasi dan merayakan sakramen, tetapi juga terlibat dengan kehidupan mereka.

Kristus adalah Gembala yang Baik tetapi Dia tidak ingin bekerja sendiri. Ia berkata, “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.” Ketika Ia berbicara tentang pekerja-pekerja untuk tuaian itu, tentu Ia tidak hanya berpikir tentang para pemimpin. Dia ingin keterlibatan kita. Dia ingin kita membantu Dia membawa domba-domba-Nya ke kerajaan-Nya. Kita semua dipanggil untuk mengumpulkan mereka yang menginginkan hubungan lebih dalam dengan Tuhan. Bukan hanya sebagai pribadi-pribadi, tetapi juga sebagai komunitas. Sebuah komunitas yang mewartakan Injil terlibat dengan kata dan perbuatan dalam hidup sehari-hari; komunitas ini menjembatani jarak, mau menghambakan diri…. serta merangkul hidup manusia, dengan menyentuh kemanusiaan Kristus yang menderita dalam diri sesamanya (Bdk. Evangelii Gaudium no. 24).

Siapkah anda melibatkan diri? Sebagai murid-murid Kristus, kita dapat melayani dengan baik dengan menjawab panggilan-Nya untuk menjadi pemimpin dan/atau gembala. Atas cara bagaimana kita masing-masing dapat menjadi gembala yang baik bagi orang-orang di sekitar kita, terutama dalam keluarga, paroki, komunitas dan tempat kita bekerja?

“Banyak yang berpikir bahwa lawan dari cinta adalah kebencian, tetapi lawan dari cinta sesungguhnya adalah ketidakpedulian,” kata Ibu Teresa. Janganlah kita tidak peduli.

Tuhan, semoga aku peka untuk mendengar panggilan-Mu.

Author

Write A Comment