Sabda Hidup
Senin, 17 April 2023, Senin Pekan Paskah II
Bacaan: Kis. 4:23-31; Mzm. 2:1-3,4-6,7-9; Yoh. 3:1-8.
“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.
(Yoh 3: 5)
Apakah anda sudah dilahirkan kembali? Itu adalah pertanyaan yang biasa di antara para penginjil. Tetapi pertanyaan itu juga harus ditujukan kepada diri kita sendiri. Apa sebenarnya arti dari dilahirkan kembali?
Semoga, ketika pertanyaan itu ditujukan kepada kita masing-masing, kita dengan sepenuh hati menjawab: “Ya!” Kitab Suci dengan jelas mengatakan bahwa kita harus dilahirkan kembali dalam Kristus. Diri kita yang lama harus mati dan diri kita yang baru harus dilahirkan kembali. Itulah maknanya menjadi kristiani. Kita mengenakan hidup yang baru dalam Kristus.
Kita dilahirkan kembali dari air dan Roh Kudus. Itu terjadi ketika kita dibaptis. Ketika kita dibaptis kita disiram (atau dibenamkan dalam air) dan mati bersama Kristus dan kita dilahirkan kembali dalam Dia. Itu berarti bahwa baptis menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Dengan baptisan, kita diasukkan dalam hidup Trigunggal Mahakudus. Kebanyakan dari kita dibaptis ketika kita masih bayi. Dan karenanya sering kali kita menerima sakramen baptis begitu saja dan tidak pernah memikirkannya lagi.
Sakramen Baptis memiliki efek yang kekal dalam hidup kita. Baptis memeteraikan karakter yang tak terhapus pada diri kita. Itu menjadi sumber rahmat dalam hidup kita, seperti sumber air yang tak pernah kering. Dari sumber itu kita senantiasa dikuatkan dan diperbaharui untuk hidup mulia. Dari sumber itu kita diberi rahmat yang kita butuhkan sebagai anak-anak Bapa di Surga.
Mari hari ini kita renungkan baptisan kita. Pada perayaan Paskah lalu kita memperbaharui janji baptis kita. Masihkah kita ingat janji-janji baptis yang kita perbaharui? Amatlah baik jika kita setiap saat secara sadar mengingat baptisan kita dan martabat serta rahmat yang kita terima melalui sakramen baptis.
Bapa Surgawi, hari ini aku kenangkan baptisanku. Aku selamanya meninggalkan dosa dan menyatakan imanku kepada Kristus Yesus, Putra-Mu. Berikanlah aku rahmat yang kubutuhkan untuk menghidupi martabat yang telah kuterima. Yesus, aku percaya kepada-Mu.
