Remah Harian

DI MANA HARTAMU, DI SITU HATIMU

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Jumat, 23 Juni 2023, Jumat Pekan Biasa XI
Bacaan: 2Kor. 11:18,21b-30Mzm. 34:2-3,4-5,6-7Mat. 6:19-23.

Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.”

(Mat 6: 19 – 21)

Jadi, di manakah hati Anda? Jawaban dari pertanyaan tersebut telah dijawab dalam kutipan Injil di atas. Hati anda ada di mana pun harta anda berada. Maka, hal ini menimbulkan pertanyaan lainnya: “Apakah harta Anda?”

Injil menunjukkan kepada kita bahaya menjadi terlalu melekat pada kekayaan materi. Tetapi hal yang sama berlaku untuk apa pun dalam hidup kita yang dapat membuat kita cenderung melekat. Apa yang membuat Anda melekat? Apakah harta Anda?

Idealnya, hati kita hanya melekat pada apa yang Tuhan inginkan. Jika demikian, maka hal-hal yang kita cintai adalah harta yang Tuhan ingin agar kita cintai. Dan dengan mencintai hal-hal tersebut, kita mengasihi Allah yang memberikannya dan memanggil kita untuk mencintainya.

Harta kita seharusnya mencakup keluarga kita dan orang-orang lain yang dipercayakan untuk kita kasihi dan rawat dengan penuh kasih. Harta kita juga haruslah berupa hidup doa dan ibadah kita. Itulah cara yang paling langsung untuk mengasihi Allah di dunia ini. Harta kita juga dapat berupa karya pelayanan penuh kasih dan perngorbanan, atau apa pun yang dikehendaki Allah.

Apakah Anda mencintai hal-hal tersebut? Apakah hal-hal itu adalah harta Anda? Masalahnya, terlalu sering kita cenderung mencintai lebih dari apa yang dikehendaki Allah untuk kita cintai. Kita menjadi sangat melekat pada keinginan untuk menjadi kaya dan memiliki banyak hal. Tetapi “cinta” kita yang tidak sehat dapat meluas bahkan melampaui kekayaan dan hal-hal materi.

Renungkanlah, hari ini, hal-hal yang mungkin telah Anda jadikan sebagai “harta” dalam hidup Anda. Apa yang membuat Anda terlalu terikat pada dunia yang fana ini? Apakah uang? Ketenaran? Popularitas? Kuasa? Ataukah sesuatu yang lain?  Izinkan Tuhan membebaskan Anda. Itu adalah langkah pertama menuju kehidupan dengan kekayaan yang terbesar! Sebab barangsiapa memiliki Allah, ia memiliki segalanya. “Solo Dios basta”, kata St. Teresa dari Avila. Allah saja cukup. Siapapun memiliki Allah, tak akan kekurangan apapun.

Tuhan, tolonglah aku untuk menjaga hatiku tetap tertuju pada-Mu. Tolonglah aku untuk menghargai Engkau dan kehendak-Mu sebagai harta yang paling berharga. Amin.

Author

Write A Comment