Sabda Hidup
Rabu, 3 April 2024, Rabu dalam Oktaf Paskah
Bacaan: Kis 3:1-10; Mzm 105:1-2,3-4,6-7,8-9; Luk 24:13-35.
Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?”
LUK 24: 32
Hari ini, Injil menceritakan perjalanan kedua murid ke Emaus. Peristiwa Emaus hanya dicatat dalam Injil Lukas. Perjalanan ke Emaus melambangkan perjalanan kita melalui kekecewaan dalam hidup. Impian mereka telah dihancurkan oleh rasa malu dan penghinaan di kayu salib. “Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel,” kata mereka.
Kami berharap bahwa pernikahan kami akan tetap utuh dan keluarga kami akan tetap langgeng bersatu. Kami berharap hidup komunitas kami dapat memberikan kesaksian yang baik. Kami berharap bahwa perang, kekerasan, dan terorisme akan segera berakhir. Kami berharap bahwa anak-anak kami akan terus menjadi anggota Gereja yang aktif. Demikian, kita juga sering kali seperti para murid, memiliki pelbagai macam mimpi dan harapan namun hancur berantakan.
Sesungguhnya, bagi para murid, ini adalah sebuah perjalanan salah arah. Dalam Matius 28:7, disebutkan bahwa malaikat yang ada di kubur menyuruh Maria Magdalena untuk segera pergi dan memberitahukan kepada para murid bahwa Yesus telah dibangkitkan dari antara orang mati dan bahwa Ia akan mendahului mereka ke Galilea, di mana mereka akan melihat-Nya. Namun, dua dari para murid Yesus mengabaikan instruksi ini dan melakukan perjalanan yang salah. Injil mengajarkan kita pentingnya mengikuti ajaran Tuhan agar tetap berada di jalan yang benar dan terhindar dari kesesatan.
Dalam Pemecahan Rotilah mereka mengenali Yesus. Penguraian Kitab Suci di tengah perjalanan mereka maupun pemecahan Roti di malam harinya, adalah Ekaristi hari itu. Pengalaman itu sangat transformatif dan mengubah mereka untuk selamanya. Perjumpaan kita dengan Tuhan dalam Ekaristi, dalam Sabda Allah, dan di antara orang-orang di sekitar kita, hendaknya juga mengubah kita.
Tuhan, kami telah mendengar Sabda-Mu. Kami juga telah duduk semeja dengan-Mu dan Engkau memecah-mecahkan roti bagi kami. Utuslah kami sekarang kepada saudara-saudari kami untuk menyampaikan Kabar Baik kepada mereka, bahwa Engkau telah bangkit dan hidup, dan bahwa sekarang, kami dapat bersama-sama menempuh perjalanan hidup kami dalam pengharapan. Amin.
