Remah Mingguan

DAMAI SEJAHTERA

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Minggu, 16 April 2023, Minggu Paskah II – Minggu Kerahiman Ilahi
Bacaan: Kis. 2:42-47Mzm. 118:2-4,13-15,22-241Ptr. 1:3-9Yoh. 20:19-31.

“Pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!” Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan.”

(Yoh 20: 19 – 20)

Hari ini kita rayakan Hari Minggu Paskah II yang juga merupakan Hari Minggu Kerahiman Ilahi. Minggu Paskah II secara resmi dirayakan sebagai Minggu Kerahiman Ilahi ditetapkan oleh Paus Yohanes Paulus II pada tanggal 30 April 2000, pada saat kanonisasi St. Faustina Kowalska.

Devosi Kerahiman Ilahi adalah pengabdian total kepada Allah yang Maharahim, yaitu keputusan untuk percaya penuh kepada-Nya, untuk menerima belas kasih-Nya dengan ucapan syukur dan untuk berbelas kasih kepada sesama, sebab Ia penuh belas kasih. Bentuk Devosi Kerahiman Ilahi ini didasarkan pada catatan-catatan St Faustina Kowalska, seorang biarawati Polandia yang, dalam ketaatan kepada pembimbing rohaninya, menuliskan sebuah Buku Catatan Harian setebal kurang lebih 600 halaman dengan mana ia mencatat penampakan-penampakan yang dianugerahkan kepadanya mengenai kerahiman Allah. Bahkan sebelum wafatnya pada tahun 1938, Devosi kepada Kerahiman Ilahi telah mulai disebarluaskan.

Sabda Tuhan hari ini menegaskan kerahiman-Nya bagi kita semua. Sabda yang menyejukkan: “Damai sejahtera bagi kamu!” Apa artinya “damai” bagi kita? Damai adalah buah dari KASIH. Namun, untuk bertumbuh dalam kasih, kita perlu berusaha dan bekerja keras. Dan itu mengandaikan rasa sakit, sebab kasih mengandaikan pengorbanan.

Sering kali kita mengerti “damai” itu sama dengan tidak adanya konflik, tidak ada ketakutan, tak ada kecemasan. Padahal, kehidupan sehari-hari jauh dari “damai”. Ada masalah-masalah dalam keluarga, ada kekerasan, perselisihan, ada masalah ekonomi, masalah kesehatan…..  Kalau begitu, bagaimana mau damai?

Yesus hari ini menunjukkan kepada kita bahwa “damai” bukan sekadar tidak ada masalah dalam hidup. Yesus yang bangkit menunjukkan bahwa damai adalah buah KASIH yang nyata dalam pengorbanan-Nya. Damai yang dikaruniakan kepada kita melalui sengsara, wafat dan kebangkitan-Nya. Itulah sebabnya, Ia berkata “Damai sejahtera bagi kamu!” dan sesudah berkata demikian Ia menunjukkan tangan dan lambung-Nya. Di sanalah ada tanda nyata sengsara, wafat dan kebangkitan-Nya. Damai yang Ia berikan adalah hasil dari Kasih, kasih yang mengalir dari Hati Kudus-Nya yang ditikam dengan tombak.

Damai itu juga mengalir dari pengampunan. Dia berkata “Damai sejahtera bagi kamu!” Dia tidak berkata: “Damai sejahtera bagi kamu, kecuali Petrus yang telah menyangkal Aku.” Ia juga tidak berkata: “Damai sejahtera bagi Yohanes saja yang setia di bawah salib-Ku!” Ia pun mengampuni Thomas yang meragukan kebangkitan-Nya. Maka seminggu sesudah Thomas absen, Dia berkata: “Damai sejahtera bagi kamu.” Dan kepada Thomas Ia berkata: “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku, dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah!” Coba banyangkan jika Yesus berkata: “Damai sejahtera bagi kamu, tapi tidak bagi Thomas yang tidak percaya!” Thomas, mendapatkan pengampunan yang mengalir dari Hati-Nya yang Maharahim. Tanggapan Thomas adalah penegasan imannya: “Ya Tuhanku dan Allahku.”

Bagaimana tanggapan kita terhadap damai yang Ia karuniakan bagi kita?

Pesan utama Kerahiman Ilahi adalah bahwa Allah mengasihi kita – semuanya, tak peduli betapa berat dosa kita. Tuhan ingin kita tahu bahwa belas kasih-Nya jauh lebih besar daripada segala dosa kita; Tuhan mengundang kita untuk datang kepada-Nya dengan penuh kepercayaan, menerima belas kasih-Nya dan membiarkannya mengalir melalui kita kepada sesama. Dengan demikian segenap umat manusia akan ikut ambil bagian dalam sukacita-Nya. Pesan Kerahiman Ilahi dapat dengan mudah kita ingat melalui ABC Kerahiman:

  • Ask for His Mercy ~ Mohon Belas Kasih Allah

Tuhan menghendaki kita datang kepada-Nya dalam doa secara terus-menerus, menyesali dosa-dosa kita dan mohon kepada-Nya untuk mencurahkan belas kasih-Nya atas kita dan atas dunia.

  • Be Merciful ~ Berbelas Kasih kepada Sesama

Tuhan menghendaki kita menerima belas kasih-Nya dan membiarkannya mengalir melalui kita kepada sesama. Tuhan menghendaki kita memperluas kasih serta pengampunan kepada sesama seperti yang Ia lakukan kepada kita.

  • Completely Trust ~ Percaya Penuh kepada-Nya

Tuhan ingin kita tahu bahwa rahmat-rahmat belas kasih-Nya tergantung pada besarnya kepercayaan kita. Semakin kita percaya kepada-Nya, semakin berlimpah rahmat yang kita terima.

Jika kita melaksanakan ketiga hal itu dengan setia, percayalah, pasti ada DAMAI.

Berilah aku damai sejahtera-Mu, Tuhan – damai sejahtera yang melampaui segala kesengsaraan dan konflik.

Author

Write A Comment