Remah Harian

BUKAN KASIH MINIMALIS

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Jumat, 23 Februari 2024, Jumat Pekan Prapaskah I
Bacaan: Yeh. 18:21-28Mzm. 130:1-2,3-4ab,4c-6,7-8Mat. 5:20-26.

MAT 5: 20

Hari ini adalah hari Jumat yang kedua dalam masa Prapaskah. Saat kita menapaki Jalan Salib menuju Paskah, Firman Tuhan mengingatkan kita akan metanoia, pertobatan, perubahan, yang harus kita buat. Injil hari ini diambil dari Khotbah Yesus di Bukit. Ini semua tentang mengatasi rasa puas diri dan mempraktikkan kebajikan yang lebih dari sekadar minimalis.

Masa Prapaskah adalah waktu untuk merenungkan bagaimana kita mengenali dan mengatasi godaan. Mengatasi rasa puas diri adalah salah satu perjuangan terbesar saya. Entah itu dalam olah rohani atau cara saya menangani tanggung jawab saya, sering kali saya gagal untuk berbuat lebih.

Injil hari ini memanggil kita untuk berbuat lebih. Membunuh, misalnya, memang merupakan sebuah kejahatan, dan kita senang bahwa kita tidak melakukan kejahatan itu. Tetapi Injil menantang kita untuk mengintrospeksi diri apakah kita bersalah atas kejahatan pembunuhan karakter – melalui kebohongan, gosip, atau gibah di media sosial.

Adalah hal yang wajar jika saudara saya menyimpan dendam terhadap saya, dialah yang harus datang kepada saya untuk berdamai. Adalah hal yang wajar membangun tembok untuk mencegah masuknya pendatang. Cukup adillah jika seorang pembunuh dihukum mati oleh Negara.

Cukup adil! Tetapi Yesus ingin agar para pengikut-Nya memiliki sikap hati yang lebih dari sekadar keadilan. Hal itu menuntut agar saya mendatangi saudara saya yang bersalah dan memulai rekonsiliasi; agar saya merobohkan tembok-tembok pemisah; agar saya memberi makan orang-orang yang tidak dan mungkin tidak dapat bekerja; agar saya mengampuni pembunuh saudara saya. Cita rasa keadilan menghasilkan orang-orang yang adil; kasih Kristiani menghasilkan orang-orang kudus.

Tuhan, semoga kami tidak minimalis dalam mengasihi.

Author

Write A Comment