Sabda Hidup
Kamis, 7 Maret 2024, Peringatan St. Perpetua dan St. Felisitas
Bacaan: Yer. 7:23-28; Mzm. 95:1-2,6-7,8-9; Luk. 11:14-23.
Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh.”
LUK 11: 17
Kita melihat banyak perpecahan di sekitar kita – di dalam keluarga kita, di dalam gereja kita, di dalam negara kita, dan di dalam dunia kita. Suami dan istri terpisah. Gereja terpecah dalam isu-isu moral tertentu. Perpecahan dalam masyarakat karena kepentingan kelompok atau golongan tertentu. Perang saudara merajalela. Perang dunia masih selalu menjadi ancaman. Perpecahan dapat dimulai dari pertengkaran-pertengkaran kecil, iri hati atau konflik-konflik kecil sampai berubah menjadi pertikaian besar yang dapat bersifat verbal atau fisik. Dan hal ini telah menyebabkan banyak kerugian, rasa sakit dan bahkan kematian.
Sebelum Yesus ditangkap, Dia berdoa untuk murid-murid-Nya dan semua orang percaya: “Aku berdoa, juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, ….. supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu…. (Yohanes 17:20, 21, 23).
Bagaimana kita memulihkan dan menjaga kesatuan yang didoakan Yesus bagi kita yang percaya kepada-Nya? Dengan menaati perintah-perintah Allah. Dengan setia kepada pasangan kita. Dengan setia kepada komunitas dan gereja kita. Dengan melayani dan memperhatikan satu sama lain. Dengan berbelas kasih dan mengampuni.
Sikap-sikap tersebut, layak untuk kita tingkatkan dalam masa Prapaskah ini. Beberapa waktu lalu beredar di media sosial 11 rekomendasi puasa menurut Paus Fransiskus. 11 Rekomendasi tersebut adalah:
- Puasa mengeluarkan kata-kata yang menyerang dan ubahlah dengan kata-kata yang manis dan lembut
- Puasa kecewa/tidak puas, dan penuhilah dirimu dengan rasa syukur.
- Puasa marah dan penuhi dirimu dengan sikap taat dan sabar.
- Puasa pesimis. Penuhilah dengan OPTIMIS
- Puasa khawatir dan penuhilah dirimu dengan percaya pada Tuhan.
- Puasa Meratap/Mengeluh dan nikmatilah hal-hal sederhana dalam kehidupan.
- Puasa stress dan penuhilah dirimu dengan DOA
- Puasa dari kesedihan dan kepahitan. Penuhilah hatimu dengan Sukacita.
- Puasa egois, dan gantilah dengan bela rasa pada yang lain
- Puasa dari sikap tak bisa mengampuni dan balas dendam. Gantilah dengan pendamaian dan pengampunan.
- Puasa ngomong banyak, dan penuhilah dirimu dengan keheningan dan siap sedia mendengarkan orang lain.
Saya yakin, jika kita melaksanakan rekomendasi-rekomendasi itu, pasti terjamin kehidupan yang damai dan bersatu.
Apakah Anda seorang murid dan pengikut Yesus yang sejati? Apakah Apa peran serta anda dalam memulihkan dan menjaga persatuan di dunia?
Bapa, jadikanlah aku pembawa damai. Di mana ada kebencian, jadikanlah aku pembawa cinta-kasih-Mu. Amin.
