Remah Harian

BERBELAS KASIH SEPERTI BAPA

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Senin 26 Februari 2024, Senin Pekan Prapaskah II
Bacaan: Dan. 9:4b-10Mzm. 79:8,9,11,13Luk. 6:36-38

LUK 6: 36 – 38

Seorang ibu datang untuk berkonsultasi mulai berkata: “Kita, manusia ini, gudangnya kesalahan. Begitu bukan, Pastor?” Lalu ia bercerita: “Pace dan anak-anak itu selalu begini. Dorang selalu begitu…. bikin saya ini sangat kecewa.” Pendeknya, menurut ibu itu, suami dan anak-anaknya hidup tidak seperti yang ia inginkan. Sepanjang pembicaraan, semua berisi tentang kelemahan suami dan anak-anaknya. Belum lagi ia mengeluh tentang tetangganya yang begini dan begitu, juga tidak sesuai dengan keinginannya. Jadi, sepanjang percakapan, ia tidak pernah menceriterakan kelemahan dirinya sendiri. Ia merasa bahwa ia adalah korban dari seisi keluarganya, korban tetangga-tetangganya.

Barangkali apa yang dilakukan oleh ibu itu juga pernah kita lakukan. Memang, lebih mudah melihat kelemahan orang lain daripada kelemahan diri sendiri. Lebih mudah kita menghakimi orang lain. Sabda Tuhan dalam Injil hari ini menjadi peringatan bagi kita: “Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu,” (Luk 6: 38 b). Kira-kira masih beranikah kita menilai dan menyalahkan orang lain?

Masa Prapaskah adalah masa tobat, masa untuk mengubah diri kita. Masa untuk melihat kualitas-kualitas mana yang seharusnya ada di dalam diri kita, bukan kelemahan dan kesalahan orang lain. “Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati… jangan kamu menghakimi….. jangan kamu menghukum…. ampunilah maka kamu akan diampuni…. “

Yesus memerintahkan agar kita murah hati (be merciful = bukan hanya murah hati tetapi juga rahim dan berbelas kasih) seperti Bapa. Itu berarti bukan sekadar meniru atau mengimitasi, tetapi bahwa kemurahan hati, kerahiman, dan belas kasih Bapa menjadi sikap dasar kita. Cara Bapa memperlakukan kita mesti menjadi cara kita memperlakukan sesama. Ini bukan pilihan tetapi kewajiban kita sebagai pengikut Kristus. Ada begitu banyak orang yang membutuhkan cinta dan belas kasih Yesus dan sebagai murid-murid-Nya kita dipanggil untuk menjadi saksi hidup akan kasih dan belas kasih-Nya. Adalah tanggung jawab kita sebagai orang Kristen untuk menjadi gambar hidup Yesus.

Sulit? Pasti, saya juga mengalami bahwa itu sulit. Semoga dari hari ke hari kita menjadi semakin berbelas kasih seperti Bapa berbelas kasih.

Bapa, berilah aku kekuatan dan belas-kasih-Mu agar aku dapat menjadi alat kasih-Mu hari ini. Amin.

Author

Write A Comment