Remah Harian

BERBAHAGIALAH YANG MISKIN

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup
Rabu, 13 September 2023, Peringatan Wajib St. Yohanes Krisostomus
Bacaan: Kol. 3:1-11Mzm. 145:2-3,10-11,12-13abLuk. 6:20-26

Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah….Tetapi celakalah kamu, hai kamu yang kaya, karena dalam kekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburanmu.”

(LUK 6: 20. 24)

“Berbahagialah, hai kalian yang miskin…. celakalah kalian, orang kaya……” Apakah Yesus mengatakan setiap orang yang tidak punya kekayaan masuk surga dan setiap orang yang kaya masuk neraka? Yang sebenarnya ingin disampaikan adalah bahwa kemiskinan tak menjamin orang masuk surga, pun kekayaan tak memastikan orang masuk neraka; iman dan kerendahan hati di hadapan Allahlah yang menentukan.

Di bagian lain Kitab Suci, dalam perumpamaan orang kaya dan Lazarus, pengemis yang duduk di pintu rumah si kaya sambil berharap akan remah-remah yang jatuh dari mejanya, dikatakan bahwa orang kaya itu masuk neraka dan Lazarus masuk surga. Apakah si orang kaya itu masuk neraka ia kaya dan Lazarus masuk ke surga di pangkuan Abraham karena ia miskin? Atau karena si kaya itu menggantungkan dirinya pada kekayaannya sedangkan Lazarus mempercayakan dirinya pada Allah? Bagaimana dengan Abraham, Ishak, Daud, Salomo, Ayub? Kitab suci mengisahkan bahwa mereka kaya raya.

Kemiskinan dan kekayaan yang dimaksud oleh Yesus, bukanlah hal memiliki atau tidak memiliki barang-barang material. Yang dimaksud adalah sesuatu yang lebih dalam, yang menyangkut jiwa seseorang. Sikap rendah hati di hadapan Allah, mempercayakan diri sepenuhnya kepada Allah menjamin keselamatan setiap orang, baik miskin maupun kaya. Jadi berbahagialah baik mereka yang miskin maupun yang kaya yang menyadari bahwa Allahlah satu-satunya sumber segala sesuatu yang baik. Berbahagialah baik yang miskin maupun yang kaya, yang meletakkan hidupnya di tangan Allah, yang menggunakan segala yang dimilikinya untuk mengabdi-Nya.

Orang Kudus yang kita peringati hari ini, St. Yohanes Krisostomus, Uskup dan Pujangga Gereja, lahir tahun 347 dan wafat tanggal 14 September 407. Salah satu pengajarannya yang terkenal adalah tentang kekayaan dan kemiskinan. St. Yohanes Krisostomus dalam kotbahnya mengatakan demikian: “Semua itu adalah milik Tuhan kita, dari mana saja kita dapat memperolehnya. Dan jika kita membagikannya kepada orang-orang yang membutuhkan, kita akan memperoleh kelimpahan. Dan untuk itulah Allah mengizinkan kamu memiliki banyak harta, bukan supaya kamu menghambur-hamburkannya dalam percabulan, dalam kemabukan, dalam kerakusan, dalam pakaian yang mewah, atau dalam kemewahan lainnya, tetapi supaya kamu membagikannya kepada orang-orang miskin.” Lebih lanjut ia mengatakan: “Tidak membagikan kekayaan kita kepada orang miskin adalah perampokan terhadap orang miskin, dan merampas mata pencaharian mereka; dan apa yang kita miliki bukan hanya milik kita, tetapi juga milik mereka. Jika pikiran kita diarahkan sesuai dengan kebenaran ini, kita akan dengan bebas menggunakan semua harta kita; kita akan memberi makan Kristus ketika lapar di sini, dan kita akan menimbun harta yang banyak di sana (dalam kehidupan kekal); kita akan, dimampukan untuk mencapai berkat di masa depan, oleh kasih karunia dan perkenanan Tuhan kita, yang bersama Dia, bagi Bapa dan Roh Kudus, adalah kemuliaan, kehormatan, kekuatan, sekarang dan selama-lamanya.”

Semoga kita sungguh-sungguh menggantungkan diri pada Allah. Allahlah kekayaan sejati kita. Apabila kita menyadari bahwa segala yang kita terima adalah milik Allah, kita akan terdorong untuk hidup bersahaja, dan jika kita mampu hidup bersahaja, kita akan lebih mudah untuk berbagi dengan sesama.

“Tuhan, semoga kami selalu lapar dan haus akan Dikau dan tuntunlah kami di jalan menuju kebahagiaan dan damai yang kekal. Semoga kami mengaisihi-Mu melampaui segala sesuatu dan menemukan kebahagiaan sempurna dalam melaksanakan kehendak-Mu.”

Author

Write A Comment