Remah Harian

BAIK SEKALI PERBUATANMU, HAI HAMBAKU YANG BAIK DAN SETIA

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Sabtu, 2 September 2023, Sabtu Pekan Biasa XXI
Bacaan: 1Tes. 4:9-11Mzm. 98:1,7-8,9Mat. 25:14-30.

Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.”

(Mat 25: 23)

Sabda Tuhan hari Ini menyatakan dua hal. Yang pertama adalah kesetiaan yang harus kita miliki dalam hidup kita untuk melayani kehendak Allah. Yang kedua adalah janji kesetiaan Yesus kepada kita, baik di dunia ini maupun pada akhirnya, ketika kita bertemu dengan-Nya pada saat kematian kita.

Betapa bahagianya saat kita mendengar Yesus mengucapkan kata-kata itu kepada kita setelah kita mengakhiri hidup kita di bumi ini. “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia… Masuklah dan turutlah dalam sukacita tuanmu.” Hal ini menimbulkan pertanyaan, jika Anda dipanggil Tuhan hari ini, apa yang akan dikatakan-Nya kepada Anda? Jika Anda tidak segera yakin bahwa dalam belas kasih-Nya, Dia akan mengucapkan kata-kata di atas, maka hari ini adalah hari yang baik untuk melakukan perubahan dalam hidup Anda.

Latihan rohani yang baik adalah hidupi hari ini sedemikian rupa sehingga kita secara sadar mempersiapkan diri untuk perjumpaan yang mulia dengan Yesus. “Tanggung jawab” apa yang telah Dia percayakan kepada Anda dalam hidup dan apa yang Anda lakukan dengan tanggung jawab tersebut? Apakah Anda berusaha untuk menempatkan semua karunia Anda untuk melayani Injil dan menyebarkan kasih? Apakah Anda dengan tekun memberikan diri Anda kepada Allah dan kehendak-Nya yang kudus? Semoga tidak ada keraguan dalam jawaban Anda. Jika ada, ini adalah tanda bahwa Allah mungkin menginginkan lebih dari Anda di sini dan saat ini.

Salah satu masalah terbesar yang dapat kita hadapi adalah godaan untuk mencari kepuasan duniawi di dunia ini, dengan mengorbankan harta surgawi. Tetapi mengapa? Mengapa mencari kepuasan sesaat dan dangkal di dunia ini dan berisiko kehilangan sukacita yang kekal?

Renungkanlah hari ini tujuan akhir yang harus Anda miliki dalam hidup. Ini adalah tujuan yang perlu dipersiapkan sepenuhnya untuk perjumpaan yang mulia dengan Tuhan saat Anda beralih dari kehidupan ini ke kehidupan selanjutnya. Surga mungkin tampak sedikit tidak berwujud saat ini, tetapi ketika saatnya tiba untuk bertemu dengan Yesus secara langsung, surga akan menjadi nyata. Sebaliknya, Anda akan segera disadarkan akan setiap detail kehidupan Anda di bumi ini. Kesetiaan Anda, hari demi hari, atau ketidaksetiaan Anda, hari demi hari, akan menjadi sumber sukacita kekal Anda atau sumber penyesalan kekal.

Tuhan, bantulah aku untuk tetap mengarahkan pandanganku kepada-Mu dan kehendak-Mu yang kudus.  Bebaskanlah aku dari tujuan hidup yang mementingkan diri sendiri dan sesaat, sehingga aku dapat melayani-Mu hanya dengan cara yang berkenan di hati-Mu.  Tolonglah aku untuk terus memandang ke Surga dan setiap hari mempersiapkan diri untuk perjumpaan kekal dengan-Mu.

Author

Write A Comment