Remah Harian

BAGAIMANA ANDA BERDOA?

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Selasa, 20 Februari 2024, Selasa Pekan Prapaskah I
Bacaan: Yes. 55:10-11Mzm. 34:4-5,6-7,16-17,18-19Mat. 6:7-15.

MAT 6: 9 – 13

Dalam rangka persiapan Tahun Yubileum 2025 yang bertema ‘Peziarah-Peziarah Harapan’, tahun ini telah ditetapkan sebagai Tahun Doa oleh Paus Fransiskus. Bapa Suci mengumumkan peluncurannya pada hari Minggu, 21 Januari 2024, pada ‘Hari Minggu Sabda Allah’ yang kelima. Pada tahun doa ini, Paus mengundang umat beriman untuk memberikan perhatian khusus pada Doa Bapa Kami, dan ini memberi kita kesempatan besar untuk kembali ke dasar-dasar doa.

Doa Bapa Kami adalah sebuah katekese tentang doa dan memberi kita pelajaran tentang bagaimana berdoa. Pada masa Gereja perdana, para katekumen secara langsung mempelajari doa ini dari mulut uskup dan mendoakannya bersama-sama sebagai pengakuan iman. Selama Malam Paskah, mereka mendoakannya untuk pertama kalinya bersama dengan komunitas setelah pembaptisan mereka.

Yesus, mengajarkan kepada kita untuk memanggil Allah sebagai “Bapa kami”. Ia ingin kita berdiri di hadapan Bapa dengan penuh keyakinan dan meminta apa yang kita butuhkan untuk hidup sebagai putra dan putri-Nya. Tidak ada agama lain selain agama Kristen yang memperkenalkan Allah sebagai Bapa dan Ibu bagi umatnya. 

Namun, kita tidak dapat mengucapkan Doa Bapa Kami dengan tulus jika kita tamak akan harta benda, cemas akan hari esok, melupakan orang miskin, dan tidak peduli akan keadilan sosial. Berdoa Bapa Kami berarti mengatakan, “Tolonglah aku, Bapa, untuk merasa cukup dengan apa yang aku perlukan, untuk bebas dari belenggu keserakahan dan kuatkanlah aku untuk berbagi dengan orang miskin.”

Yesus ingin kita berdoa agar kita terhindar dari godaan untuk meninggalkan iman kita kepada Bapa yang penuh kasih dan kerahiman. Doa-doa kita tidak dimaksudkan untuk membujuk Allah untuk mengubah rencana-Nya! Søren Kierkegaard berkata, “Doa tidak mengubah Allah; sebaliknya, doa membuka pikiran kita dan mengubah hati kita.”

Akhirnya, apa yang dikatakan oleh seorang penulis ini patut menjadi permenungan kita:

Anda tidak dapat berdoa Bapa Kami dan anda sekali saja berkata “Saya”.
Anda tidak dapat berdoa Bapa kami dan tidak berdoa untuk orang lain.
Sebab saat anda memohon rejeki sehari-hari, anda harus menyertakan sesama anda.
Sebab sesama disertakan dalam setiap permohonan:
dari awal sampai akhir doa itu, tak pernah sekalipun anda berkata “saya.”

Bagaimana anda berdoa?

Author

Write A Comment