Remah Harian

ATURAN EMAS

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Selasa, 21 Juni 2022, Selasa Pekan Biasa XII, Peringatan St. Aloysius Gonzaga
Bacaan: 2Raj. 19:9b-11,14-21,31-35a,36Mat. 7:6,12-14.

“Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”

(Mat 7: 12)

Dalam Injil hari ini, yang merupakan bagian dari Khotbah di Bukit, Yesus masih mengajarkan beberapa hal yang diperlukan dalam kehidupan umat manusia. Di antara ajaran-ajaran-Nya, Ia memberikan versi-Nya sendiri tentang apa yang dikenal sebagai “Aturan Emas”. Ajaran ini sangat mendasar sehingga hampir setiap agama memilikinya. “Lakukan kepada orang lain apa pun yang Anda ingin mereka lakukan kepada Anda.”

Ajaran ini tidak sulit untuk dipahami dan diterima. Ini adalah praktik yang diinginkan oleh banyak orang. Kita sadar bahwa selalu ada kecenderungan untuk melihat dan mementingkan diri sendiri. Kita semua, atas salah satu cara, terhubung satu sama lain. Yang terbaik atau ukuran tertinggi dalam memandang atau memperlakukan orang lain adalah penghargaan kita terhadap diri kita sendiri. Bukankah biasanya kita menginginkan yang terbaik untuk diri kita sendiri? Kita tidak menginginkan rasa sakit, penderitaan, dan kegagalan. Kita juga menolak dan membenci sikap tidak jujur, tidak sopan, kekerasan, tidak bermoral, cabul, dan sikap keji lainnya. Sebenarnya kita tidak menginginkan hal-hal buruk itu ada di dunia. Namun, kita tidak dapat hanya mengharapkan hal-hal baik itu untuk diri kita sendiri. Kita membutuhkan orang lain, sama seperti mereka membutuhkan kita. Kita saling membutuhkan. Untuk itu kita perlu bahu-membahu untuk mencapai yang terbaik seperti damai, kasih, keadilan, kelimpahan, dan keselamatan.

Tetapi nampaknya, meskipun ada Aturan Emas ini, banyak dari kita masih tetap egois. Sering kali kita lemah dan enggan membulatkan tekad untuk memperlakukan orang lain sebagaimana kita memperlakukan diri kita sendiri. Kita takut rugi. Kita tidak mempercayai orang lain. Ketidakpercayaan ini menempatkan kita dan dunia kita dalam dilema. Lihat saja sekeliling kita dan kita masih dengan mudah melihat pencurian, penjambretan, egoisme, tindak kekerasan dan pelecehan terjadi di sekitar kita. Kita menginginkan perdamaian namun namun yang terjadi adalah pemaksaan kehendak dan sikap merendahkan orang lain. Kita ingin sejahtera tapi masih banyak yang hak-haknya tidak diperhatikan. Kita menginginkan kesetaraan namun yang terjadi adalah ketidakadilan. Kita menginginkan masyarakat yang maju, tetapi banyak orang yang lari dari tanggungjawabnya.

Aturan Emas emas ini penting seperti yang diajarkan oleh banyak agama. Bagi kita, murid-murid Kristus, itu adalah yang inti dan dasar. Kita bukan murid-murid Kristus jika kita gagal menghidupinya!

Author

Write A Comment