Remah Harian

ANGGUR BARU, KANTONG BARU

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Jumat, 4 September 2020, Jumat Pekan Biasa XXII

“Tidak seorangpun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian, anggur yang baru itu akan mengoyakkan kantong itu dan anggur itu akan terbuang dan kantong itupun hancur. Tetapi anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula.”

(Luk 5: 37 – 38).

Pada zaman Yesus, anggur tidak disimpan di dalam botol tetapi di kantong kulit. Ketika anggur baru ditempatkan di kantong kulit, anggur terus berfermentasi, menghasilkan karbon dioksida. Kantong kulit yang tua tidak memiliki elastisitas seperti kulit yang baru, sehingga akan pecah dan anggurnya terbuang.

Ini hendak mengatakan kepada kita: jangan biarkan cara berpikir kita menjadi seperti kantong kulit yang tua – usang dan kaku. Mari menjaga pikiran dan hati kita agar tetap lembut dan fleksibel. Iman kita memberikan tuntutan tanpa syarat pada kita sepanjang hidup kita. Iman kita menuntut kita untuk membuat lompatan besar simpati dan pengampunan; meminta kita untuk hidup bagi Tuhan, bukan untuk kekuatan dan keuntungan duniawi; itu meminta kita untuk mengesampingkan keinginan sendiri dan hidup untuk orang lain; meminta kita untuk mematikan kesombongan dan keangkuhan duniawi kita, dan untuk meniru pengosongan diri (kenosis) dan kemiskinan Kristus; itu meminta kita untuk memberikan hidup kita bagi saudara dan saudari kita; dan yang paling menantang dari semuanya, itu meminta kita untuk mencintai musuh kita.

Mengikuti Kristus adalah cara hidup yang baru, itu adalah anggur baru, membutuhkan cara berpikir yang baru, sikap yang baru, struktur baru.

Bacaan Misa hari ini: 1Kor. 4:1-5Mzm. 37:3-4,5-6,27-28,39-40Luk. 5:33-39.

Author

Write A Comment