Remah Harian

ALLAH TAK PERNAH MENYERAH

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Kamis, 14 Maret 2024, Kamis Pekan Prapaskah IV
Bacaan: Kel. 32:7-14Mzm. 106:19-20,21-22,23Yoh. 5:31-47.

YOH 5: 42

Dalam kehidupan kita, ketika segalanya menjadi sulit, ketika masalah bertubi-tubi, mungkin yang terlintas dalam benak kita adalah menyerah.

Entah dalam pekerjaan, atau perkawinan, atau bahkan dalam hidup bakti, ketika segalanya menjadi berat dan sulit, kita dapat tergoda untuk menyerah.

Kedua bacaan Misa hari ini mempunyai nada yang sama. Dalam bacaan pertama, ketika Allah hendak menghukum umat-Nya karena menyembah berhala berupa anak lembu tuangan bisa saja ia berpikir untuk menyerah. Sejak ia memimpin bangsanya keluar dari Mesir, masalah demi masalah ia hadapi dengan bangsanya itu, dan bisa saja ia menyerah dan meninggalkan mereka. Bacaan Injil bertutur tentang bangsa Israel yang menolak-Nya. “Tetapi tentang kamu, memang Aku tahu bahwa di dalam hatimu kamu tidak mempunyai kasih akan Allah. Aku datang dalam nama Bapa-Ku dan kamu tidak menerima Aku,” (Yoh 5: 42 – 43). Yesus bisa saja meninggalkan bangsa ini. “Telah Kulihat bangsa ini dan sesungguhnya mereka adalah suatu bangsa yang tegar tengkuk.” (Kel 32: 9). Seperti nenek moyang mereka, mereka menolak Yesus, kendati segala tanda dan mukjizat yang Ia buat.

Tapi dalam diri Yesus dan juga Musa, kita dapat melihat belas kasih dan cinta yang sejati bagi umat-Nya. Bagi Yesus dan Musa, hanya ada satu tujuan: keselamatan umat-Nya.

Dari pihak kita, ada dua hal yang dapat kita pelajari. Yang pertama, Allah tidak pernah menyerah terhadap kita yang “tergar tengkuk”. Kesadaran ini hendaknya mendorong kita untuk dengan rendah hati mengakui kekerasan hati kita dan kembali kepada-Nya. Kedua, dalam hubungan dengan orang lain, kita akan menjumpai kesulitan demi kesulitan, masalah demi masalah dari mereka yang “tegar tengkuk”. Kita tetap akan berhadapan dengan “orang-orang sulit”. Namun kita dipanggil untuk belajar dari Yesus dan Musa.

Mereka mengejawantahkan cinta dan belas kasih Allah kepada umat-Nya. Semoga kita juga mempunyai cinta dan belas kasih yang sama.

Tuhan, semoga kehidupan dan kehadiran kami di manapun memberi kesaksian akan belas kasih dan kebaikan-Mu.

Author

Write A Comment