Remah Harian

AKU MILIK-MU

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Selasa, 6 Juni 2023, Selasa Pekan Biasa IX
Bacaan: Tb. 2:10-23; Mzm. 112:1-2,7bc-8,9Mrk. 12:13-17.

Bawalah ke mari suatu dinar supaya Kulihat!” Lalu mereka bawa. Maka Ia bertanya kepada mereka: “Gambar dan tulisan siapakah ini?” Jawab mereka: “Gambar dan tulisan Kaisar.” Lalu kata Yesus kepada mereka: “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!”

(Mrk 12: 15c – 17)

Ketika ada kepentingan yang sama, permusuhan dan perselisihan dapat dilupakan. Hal itu sering terjadi dalam kehidupan kita. Orang-orang yang berseberangan dalam politik, dapat tiba-tiba keliahatan akur satu sama lain, ketika ada “musuh” bersama. Orang-orang Farisi dan Orang-Orang Herodian sebenarnya berseberangan, karena orang-orang Farisi ingin menjaga kemurnian agama sedangkan orang-orang Herodian berkompromi dengan penjajah Roma. Tetapi kini mempunyai musuh bersama: Yesus. Maka mereka bersepakat untuk menjebak Yesus, dengan pertanyaan tentang membayar pajak kepada pemerintah penjajah Romawi. Pembicaraan mengenai pajak adalah hal yang sensitif. Mereka berharap Yesus akan “keseleo lidah” sehingga bisa diseret ke hadapan Mahkamah agama.

Tetapi Yesus mengetahui kelicikan mereka maka ia bertanya, “Mengapa kamu mencobai Aku?” Tidak mau terjebak dalam debat kusir yang tak berguna Yesus meminta ditunjukkan kepada-Nya sekeping dinar dan setelah mengamati Ia bertanya: “Gambar dan tulisan siapakah ini?” Mereka menjawab, “Gambar dan tulisan Kaisar”.  Jawaban ini membuktikan bahwa dalam keseharian mereka menundukkan diri pada penguasa yang membuat uang, Kaisar Romawi, penjajah. Mereka sudah menyerahkan seluruh hidup dan mati mereka kepada penguasa asing.

Dalam kehidupan sehari-hari mata uang Romawi dipakai untuk alat transaksi, termasuk membayar pajak Bait Allah dan membeli barang-barang yang digunakan dalam pemujaan Yahwe di Bait Allah. Maka tidak perlu munafik. “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!”

Jika uang yang dibuat dengan gambar kaisar diberikan kepada kaisar, bagaimana dengan kita? Di dalam Kitab kejadian kita membaca, “Manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah” (Kej 1:27). Itu berarti bahwa kita adalah milik Allah. Terlebih, Allah telah menebus kita dengan darah Anak-Nya yang sangat mahal, Tuhan kita Yesus Kristus (bdk. 1Kor. 1:26-27). Maka sudah sepatutnyalah kita memberi diri secara total kepada Allah. Memberi diri secara total berarti patuh dan tunduk pada kehendak Allah dan menjadi kudus menyerupai Allah. Sebagai pengikut Kristus, kita ini segambar dengan Kristus karena sakramen pembaptisan. Maka, memberi diri secara total kepada Kristus berarti menjadi serupa dengan Kristus. Ini adalah nilai yang tertinggi.

Apa yang perlu aku lakukan supaya aku menjadi milik Allah sepenuhnya?

Tuhan, karena Engkau telah menciptakan aku, aku berhutang seluruh cintaku kepada-Mu; karena Engkau telah menebus aku, aku berhutang seluruh diriku kepada-Mu; karena Engkau telah menjanjikan begitu banyak hal, aku berhutang seluruh keberadaanku kepada-Mu. Selain itu, aku berhutang kasih kepada-Mu lebih dari diriku sendiri karena Engkau lebih besar daripadaku, dan bagiku Engkau telah memberikan diri-Mu sendiri dan yang telah Engkau janjikan. Aku berdoa kepada-Mu, Tuhan, buatlah aku merasakan dengan cinta apa yang aku rasakan dengan pengetahuan; biarlah aku memahami dengan cinta apa yang aku ketahui dengan pengertian. Aku berhutang kepada-Mu lebih dari seluruh diriku, tetapi aku tidak memiliki apa-apa lagi, dan dengan kemampuanku sendiri aku tidak dapat memberikan semuanya kepada-Mu. Bawalah aku kepada-Mu, Tuhan, dalam kepenuhan kasih. Aku sepenuhnya milik-Mu sebagai ciptaan; jadikanlah aku sepenuhnya milik-Mu juga dalam cinta.”

(Doa St. Anselmus, 1033-1109)
Author

Write A Comment