Remah Harian

JANGAN TERLALU KEPO

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Sabtu, 27 Mei 2023, Sabtu Pekan Paskah VII
Bacaan: Kis. 28:16-20,30-31Mzm. 11:4,5,7Yoh. 21:20-25.

Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?” Jawab Yesus: “Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku.”

(Yoh 21: 21b – 22)

Bacaan kita hari ini adalah paragraf-paragraf terakhir dari Kisah Para Rasul dan Injil Yohanes. Kisah Para Rasul melengkapi kisah Injil Lukas, dengan menjalin pola kesinambungan yang erat dari buku pertama (Injil) ke dalam buku kedua (Kisah Para Rasul). Injilnya dimulai dari Yerusalem pada akhir Perjanjian Lama (Bab 1-2) dan bergerak melalui karya Yohanes Pembaptis di sungai Yordan (Bab 3) dan karya Yesus berkhotbah dan menyembuhkan di Galilea, untuk menyelesaikan lingkaran kembali ke Yerusalem, di mana Yesus disalibkan dan dimuliakan (Bab 22-24). Segmen utama dari Injil ini adalah Narasi Perjalanan (Bab 9-19), yang menggambarkan perjalanan hidup Yesus sebagai sebuah “perjalanan” menuju Yerusalem, perjalanan menuju salib dan kebangkitan. Kisah Para Rasul juga dimulai di Yerusalem di mana para murid dipenuhi Roh Kudus, dan siap untuk menyebarkan iman kepada dunia yang lebih luas (Bab 1-12). Bagian utamanya adalah “Narasi Perjalanan” Paulus dan teman-temannya (Bab 13-28), yang melakukan perjalanan ke seluruh dunia yang berbahasa Yunani, mendirikan gereja-gereja atau komunitas-komunitas iman lokal. Semua aktivitas Paulus mengarah pada kedatangannya di Roma, yang menandai penyebaran iman ke seluruh dunia. Roma, pusat kekaisaran, adalah Yerusalem baru tempat para murid memuji Tuhan.

Ide “Perjalanan” dari Lukas dan Kisah Para Rasul dapat menjadi model bagi kehidupan kita sendiri. Setiap fase dan setiap pengalaman, baik yang sulit maupun yang mudah, merupakan bagian dari perjalanan kita menuju “Yerusalem” yang baru. Baik Injil maupun Kisah Para Rasul mengundang kita untuk melihat kehidupan sebagai sebuah perjalanan yang bermakna, yang dibimbing oleh penyelenggaraan ilahi. Ada tahapan-tahapan sukacita dan usaha, ada juga saat-saat untuk beristirahat dan pembaruan. Dengan percaya kepada Yesus, kita dapat melihat setiap hari sebagai bagian dari perjalanan kita menuju tujuan kita bersama Tuhan.

Adegan Injil hari ini menampilkan tiga tokoh utama, yaitu Yesus, Petrus dan Murid yang dikasihi. Petrus baru saja menerima peran penting, dengan perintah, “Gembalakanlah domba-domba-Ku.” Alih-alih menanyakan apa arti dari tanggung jawab baru ini, Petrus justru bertanya tentang masa depan Murid yang dikasihi, “Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?” Yesus menjawab, “Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku.” Seakan Yesus berkata, “Aku punya rencana lain untuknya, itu bukan urusanmu. Engkau hanya perlu mengikut Aku, lakukanlah pekerjaan yang telah Kuberikan kepadamu!”

Petrus dan Murid yang dikasihi memiliki peran yang berbeda. Pelayanan Petrus yang luar biasa berakhir dengan kemartirannya di Roma, pada masa penganiayaan pertama di bawah kaisar Nero. Murid yang Terkasih tetap tinggal di Timur dan tampaknya meninggal sebagai seorang tua, entah di Efesus atau di pulau Patmos.

Tuhan memiliki peran yang berbeda untuk kita masing-masing, sesuatu yang tidak dapat dilakukan oleh orang lain. Daripada terlalu “kepo” dan bertanya-tanya, seperti Petrus, apa yang Tuhan inginkan dari orang lain, lebih baik kita memahami tugas apa yang diberikan kepada kita, secara pribadi. Membandingkan diri kita dengan orang lain hanya akan mengganggu fokus kita; kita hanya bisa menjadi diri kita sendiri. Tuhan memiliki peran yang unik bagi kita masing-masing. Tujuan keberadaan kita adalah untuk mengikuti kehendak Tuhan dan untuk kemuliaan nama-Nya. Tidak ada yang lebih penting. Segala sesuatu yang lain akan menemukan jalannya jika kita berfokus pada-Nya. Dia adalah jalan, kebenaran dan hidup. Siapa pun yang percaya kepada-Nya tidak akan mati tetapi akan memiliki hidup yang kekal.

Bapa, ampunilah aku karena terlalu sibuk dengan terlalu banyak hal yang tidak perlu. Bantulah aku untuk lebih fokus dalam mengikuti Putera-Mu. Murnikan hatiku dan penuhi aku dengan Roh Kudus-Mu.

Author

Write A Comment