Remah Harian

PERJUMPAAN DENGAN CINTA MEMAMPUKAN MENCINTA

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Selasa 21 November 2023, Selasa Pekan Biasa XXXIII, Peringatan St. Perawan Maria Dipersembahkan kepada Allah
Bacaan: 2Mak. 6:18-31Mzm. 4:2-3,4-5,6-7Luk. 19:1-10;

(Luk 19: 10)

“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah.” Demikian Yesus mengingatkan kita yang sering merasa paling benar. Kita, para murid Kristus, harus belajar dari kisah Zakheus.

Injil hari ini mengajak kita menemui Zakheus, kepala pemungut cukai di Yerikho. Meskipun ia adalah seorang yang kaya, ia dipinggirkan oleh orang lain karena ia memungut pajak bagi bangsa Romawi dan terlebih lagi, mungkin saja kekayaannya berasal dari pendapatan yang tak jujur, dari korupsi dan kolusi. Para pemungut cukai dipandang sebagai pengkhianat, sebab mereka bekerjasama dengan penjajah; mereka tercemar, karena mereka selalu bergaul dengan orang-orang kafir.

Lukas menggambarkan si pemungut cukai ini kaya tetapi pendek dan tidak disukai oleh banyak orang. Zakheus merasa pendek, barangkali lebih disebabkan oleh rasa rendah diri yang menghalanginya untuk bergaul dengan orang-orang lain. Ia sadar bahwa masyarakatnya tidak menghargainya, bahkan membencinya. Itu membuatnya merasa pendek. Tetapi Yesus sama sekali tidak mencelanya. Karenanya, Zakheus tak lagi merasa pendek. Pengalamannya sungguh tak terkatakan. Yesus tidak menghindarinya, malahan menjadi tamu di rumahnya, semeja perjamuan dengan dia. Bagi bangsa Yahudi, berbagi makanan berarti berbagi hidup. Maka, bagi Zakheus pengalaman itu sungguh luar biasa dan merupakan pengalaman rahmat yang mengubah hidupnya. Ia mengalami pertobatan sejati yang mengubah rencana hidupnya.

Zakheus yang disingkirkan dan dihina dalam masyarakat itu dipulihkan oleh rahmat dan pengertian. Sekali saja seseorang “disentuh” oleh Yesus, ia akan menyadari kesalahan dan dosa yang telah dibuatnya. Perilaku yang baru dari Zakheus menunjukkan apa artinya menemukan makna hidup yang baru.

Tuhan membenci dosa, tetapi menyelamatkan pendosa; Ia mencari mereka, membawanya kembali. Mereka yang tidak pernah merasa dicari oleh belas kasih Tuhan, akan sulit untuk meraba-raba kata-kata dan sikap Yesus yang luar biasa terhadap Zakheus.

Zakheus menemukan dalam diri Yesus bahwa mengasihi secara cuma-cuma itu mungkin. Perjumpaan dengan sang CINTA, dengan mengalami bahwa ia dikasihi kendati ia berdosa, memampukannya untuk mengasihi sesama.

Semoga kita pun memperoleh rahmat untuk senantiasa menyadari belas kasih serta kerahiman Yesus, sehingga kita pun dimampukan untuk berbelas-kasih terhadap sesama.

Tuhan, Engkau telah menunjukkan belas kasihan yang besar kepadaku. Ajarlah aku untuk berbelas kasih kepada orang lain. Tolonglah aku untuk mengasihi mereka, menjaga mereka dalam doa-doa saya dan memilih untuk tidak menghakimi. Amin.

*****

Peeringatan St. Perawan Maria Dipersembahkan Kepada Allah

Hari ini juga kita peringati Santa Perawan Maria dipersembahkan kepada Allah. Pada hari ini di tahun 543 diberkati gereja baru Santa Perawan Maria dekat kenisah Yerusalem. Maka bersama umat Kristen Timur, kita ingat bagaimana Maria diberkati oleh Tuhan sejak awal hidupnya. Ia menjadi kediaman Roh Kudus yang indah berseri karena hidup suci. Terdorong oleh Roh Kudus Maria mempersembahkan seluruh hidupnya kepada Tuhan. Ia melaksanakan kehendak Bapa dengan sempurna, dan menjadi Bunda Yesus Kristus. Maria sungguh bahagia, sebab ia mendengarkan dan melaksanakan Sabda Allah.

Dalam pembaptisan hidup kita juga dipersembahkan kepada Allah. Kita pun diberkati oleh Tuhan dan dilimpahi dengan rahmatNya. Berulangkali kita mendengar Sabda Allah. Apakah kita juga melaksanakannya?

Author

Write A Comment