Remah Harian

TONG KOSONG NYARING BUNYINYA

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Selasa, 27 Februari 2024, Selasa Pekan Prapaskah II
Bacaan: Yes. 1:10,16-20Mzm. 50:8-9,16bc-17,21,23Mat. 23:1-12.

MAT 23: 3 – 5A

Dalam Injil hari ini Yesus melancarakan kritik keras terhadap para pemimpin agama, yang mempraktekkan agamanya tapi kehilangan roh, jiwa dan hatinya. Mereka menekankan upacara-upacara dan tradisi luaran yang telah mereka ciptakan.

Tentu saja kita pun diundang untuk bertanya, bagaimana hidup berimanku, bagaimanakah hidup beragamaku? Apakah juga kehilangan jiwa dan hatinya?

Tuhan juga melihat hidup kita saat ini. Ia melihat rosario tergantung di mobil, tetapi jarang-jarang di tangan kita. Ia melihat gambar-gambar dan patung-patung kudus di rumah kita, masih berwarna indah, tapi sedikit berdebu. Ia melihat Kitab Suci bertengger dengan indahnya di rak atau lemari di rumah kita, halaman-halamannya masih lengket sejak ia dicetak. Ia melihat kita pergi misa, berdoa novena, melihat tangan kita menjamah patung-patung Tuhan Yesus dan Bunda Maria, tetapi tidak menjamah sesama yang berkebutuhan. Apa yang akan Ia katakan kepada kita? Apakah juga teguran keras seperti yang Ia utarakan kepada ahli-ahli Taurat dan para Farisi? Apakah Ia juga akan menegur kita dengan keras karena mementingkan kulit yang membungkus kekosongan? Kita tidak dapat berkata “aku mengasihi Yesus dalam hatiku” ketika hati kita kosong dan tidak pernah menyatakan kasih itu kepada sesama.

Namun, kabar baiknya adalah, bahwa seperti dikatakan oleh Yesaya, Tuhan selalu siap mengampuni. “Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba,” (Yes 1: 18).

Itulah kesempatan yang diberikan kepada kita selama masa Prapaskah ini: membawa kembali Roh, jiwa dan hati pada iman dan hidup beragama kita.

Bapa, semoga kami tidak hanya berbicara tentang Engkau, tetapi lebih dari itu, kiranya orang lain mengalami kasih-Mu melalui kami. Amin.

Author

Write A Comment