Remah Harian

RAGI KEJAHATAN

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Selasa, 13 Februari 2024, Selasa Pekan Biasa VI
Bacaan: Yak. 1:12-18Mzm. 94:12-13a,14-15,18-19Mrk. 8:14-21.

MRK 8: 15

Tidak perlu banyak ragi untuk membuat adonan mengembang. Ragi itu meresap ke dalam adonan, yang membuatnya tumbuh dan mengembang. Karakter ragi yang dapat mempengaruhi adonan dijadikan contoh untuk menggambarkan pengaruh tindakan jahat yang secara halus mempengaruhi kehidupan seseorang. Orang-orang Yahudi menganggap fermentasi ragi sama dengan pembusukan dan, karenanya, melihatnya sebagai sesuatu yang jahat. Itulah sebabnya Yesus menyamakan pengaruh jahat dengan ragi. Yesus menganggap kemunafikan orang Farisi dan kehidupan amoral raja Herodes sebagai ragi yang merusak adonan Israel. Oleh karena itu, ia memberikan peringatan terhadap pengaruh jahat mereka kepada murid-muridnya saat mereka menyeberangi Danau dengan perahu. Kita pun perlu memeriksa diri kita sendiri apakah ada ragi kejahatan yang baru tumbuh dalam diri kita.

Yesus memberikan kepada murid-murid-Nya beberapa saran untuk memerangi pertumbuhan batin yang negatif ini. Dia berbicara tentang mata yang tidak melihat dan telinga yang tidak mendengar. Jika indera rohani tidak digunakan, maka ragi yang buruk akan terus bertumbuh tanpa terkendali. Tetapi dengan membuka mata dan telinga rohani kita, kita dapat menyambut rahmat baru untuk membantu kita melihat hal-hal yang kita lewatkan sebelumnya. Ketika kita mulai dapat melihat bahwa Tuhan senantiasa bekerja dalam hidup kita, ragi negatif akan kehilangan kekuatannya yang merusak.

Setelah instruksi Yesus, tampaknya para murid masih kesulitan untuk memahaminya. Cara lain untuk memerangi ragi jahat dan mengaktifkan indera rohani adalah dengan mengingat berkat-berkat yang telah Tuhan berikan kepada kita: “Tidakkah kamu ingat, pada waktu Aku memecah-mecahkan lima roti untuk lima ribu orang… dan pada waktu tujuh roti untuk empat ribu orang…” Pengingatan akan keselamatan adalah aspek penting dari pandangan Yahudi-Kristen. Mengenang kembali penciptaan melalui sejarah keselamatan memberikan pandangan yang lebih luas bagi umat Katolik yang memerangi ragi yang jahat. Namun, sangat penting untuk menerapkan pemahaman ini ke tingkat pribadi – untuk mengingat berapa kali Tuhan datang campur tangan dalam peristiwa-peristiwa hidup kita, memberi kita cahaya, membuka pintu, menghindarkan bahaya….. Ketika kita terus mengingatnya, ragi jahat itu tidak akan berkuasa merusak hidup kita.

Tuhan, betapa banyak ragi jahat mengancam jiwaku. Bantulah aku untuk menyadari bahwa keragu-raguan yang semakin merebak adalah tanda bahwa aku telah mengabaikan dan melupakan perbuatan-perbuatan-Mu yang luar biasa dalam hidupku. Lumuri aku dengan ragi rohani dan kenangan akan kebaikan dan karunia-Mu.

Aku hendak mengingat perbuatan-perbuatan TUHAN, ya, aku hendak mengingat keajaiban-keajaiban-Mu dari zaman purbakala,” (Mzm 77: 12) Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!” (Mzm 103: 2).

Author

Write A Comment