Remah Mingguan

MENDENGARKAN, PERCAYA DAN TAAT

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Minggu, 24 Desember 2023, Minggu Advent IV Tahun B
Bacaan: 2Sam. 7:1-5,8b-12,14a,16Mzm. 89:2-3,4-5,27,29Rm. 16:25-27Luk. 1:26-38.

LUK 1: 38

Pengungkapan rencana keselamatan Allah sepanjang sejarah mengandung banyak kejutan. Bacaan pertama mengejutkan kita dengan menceritakan janji Allah kepada Daud bahwa ia akan memiliki garis keturunan raja yang panjang yang berpuncak pada seorang Raja terakhir, yaitu Yesus Kristus. Dalam Mazmur Tanggapan (Mzm. 89), sang Pemazmur mengingat kembali semua janji Allah dan mengejutkan kita dengan gambaran janji Allah kepada Daud dan keturunannya dalam suatu Perjanjian. Bacaan kedua mengejutkan kita dengan penjelasan Paulus tentang pengungkapan rencana Allah bagi keselamatan manusia melalui Yesus.

Kejutan rencana Allah berlanjut dalam Injil hari ini. Malaikat Gabriel mengejutkan Maria dengan tujuh pernyataan:

  1. Ia yang adalah seorang perawan yang bertunangan dengan Yusuf, akan menjadi seorang ibu.
  2. Ia akan menjadi seorang ibu karena “Roh Kudus akan turun atasmu dan Kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau. “
  3. Malaikat melanjutkan, “Sebab itu, Anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.”
  4. Ia akan “menamai Dia Yesus,” yang berarti sang Juruselamat.
  5. Allah akan menjadikan Dia sebagai Raja dan, sebagai keturunan dari garis keturunan Daud.
  6. “Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya, dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.”
  7. Sebagai tanda Ilahi, Elisabet, sepupu Maria yang sudah lanjut usia dan mandul sedang mengandung enam bulan, “karena,” kata Malaikat Gabriel, “bagi Allah tidak ada yang mustahil!”

Narasi Injil juga mengejutkan kita dengan mengingatkan kita bahwa janji Allah digenapi atas cara yang paling baik bukan di dalam gedung-gedung megah, atau bahkan di dalam diri raja-raja besar seperti Salomo, melainkan di dalam jiwa-jiwa yang rendah hati seperti Maria yang mempercayai janji Allah.

Kejutan Injil hari ini berakhir dengan ketaatan Maria yang mengatakan: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Akan tetapi yang dilakukan oleh Maria pertama-tama adalah “mendengarkan”.

Kata “ketaatan” dalam bahasa Inggris adalah “obedience”. Kata “obedience” sendiri berasal dari kata bahasa latin “ab-audire” yang berarti “mendengarkan kepada”. Dengan demikian ketaatan timbul dari “mendengarkan”. Yesus, misalnya, taat total kepada Bapa karena Ia mendengarkan dengan baik kepada Bapa. Di Indonesia bagian timur ada kata “dengar-dengaran” yang menunjuk pada ketaatan yang timbul dari “mendengarkan”.

Maria mendengarkan. Malaikat memberitakan bahwa Sang Juruselamat akan lahir melalui dia dan dia mendengarkan. Kebesaran Maria datang melalui mendengarkan dengan penuh iman. Ia mendengarkan, bertanya, dan akhirnya menerima menjadi hamba Tuhan.

Bukankah dalam kehidupan kita sering terjadi masalah karena kita kurang atau tidak mendengarkan?

Karena mendengarkan dengan baik, Maria percaya. Ia percaya bahwa bagi Allah tidak ada yang mustahil. Buah dari mendengarkan dan percaya adalah ketaatan.

Maria taat. Ketaatannya nyata saat ia mengatakan: “Terjadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Ia taat karena ia mengasihi Allah. Ia mengasihi Allah sehingga ia mempercayakan diri kepada-Nya dan taat. Sepanjang hidupnya adalah “ya” yang dihayati sepenuh hati. Itulah yang menjadikannya “Bunda Allah”. Ia menjadi bunda Allah dalam dua makna. Pertama, ia secara fisik menjadi bunda Kristus, mengandung dalam rahimnya dan melahirkan-Nya. Ini hanya satu kali dan tak pernah terulang, suatu kehormatan yang tak akan dialami oleh siapapun. Namun, kedua, ia juga menjadi Bunda Kristus dalam arti spiritual. Secara rohani, menjadi ibu Kristus, dapat dilaksanakan oleh setiap orang Kristen. Kita, semua umat beriman dapat dan harus menjadi “ibu” bagi Kristus, di mana kita membawa Kristus ke manapun dan di manapun kita berada. Itu merupakan tugas yang tidak gampang.

Mari kita mohon agar kita dapat mendengarkan, percaya dan taat seperti Maria, agar kita dapat menjadi “ibu” Kristus di manapun kita berada.

Tuhan, semoga kami mampu mendengarkan, percaya dan taat kepada-Mu. Amin.

Author

Write A Comment