Sabda Hidup
Sabtu, 9 Desember 2023, Sabtu Pekan Advent I
Bacaan: Yes. 30:19-21,23-26; Mzm. 147:1-2,3-4,5-6; Mat. 9:35 – 10:1,6-8.
Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit, Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.”
(Mat 9: 37 – 38)
Suatu kali saya jumpai sebuah artikel tentang seorang pendeta yang berpakaian seperti seorang gelandangan yang kotor dan compang-camping dan duduk di depan pintu gerbang gereja mereka, nampak seperti mengharapkan perhatian dan sedikit uang receh. Dari 10.000 jemaat yang lewat di depannya, hanya sekitar tujuh orang yang memperhatikannya dan menyapanya, “Hai…..”
Ketika ia kemudian “memperkenalkan diri” kepada jemaat, mereka bercucuran air mata ketika menyadari apa yang telah mereka lakukan. Kemudian pendeta itu berkata bahwa dia bersyukur atas begitu banyak orang yang memenuhi stadion tempat-tempat di mana mereka melakukan ibadah serta kebangkitan rohani, tetapi yang dibutuhkan Gereja saat ini bukanlah jumlah orang yang banyak saja, melainkan murid-murid.
“Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit, Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu,” kata Yesus dalam Injil hari ini. Inilah yang Yesus rasakan lebih dari 2.000 tahun yang lalu. Ia membutuhkan lebih banyak murid. Ia membutuhkan lebih banyak orang untuk melakukan pekerjaan yang Bapa minta untuk mereka lakukan. Kebutuhan itu lebih mendesak sekarang ini daripada sebelumnya.
Kita membutuhkan pekerja-pekerja yang bersedia untuk menuai di kebun anggur Tuhan. Kita membutuhkan guru-guru yang mengajar murid-murid mereka bukan hanya dasar-dasar ilmu pengetahuan, tetapi juga nilai-nilai dan prinsip-prinsip ilahi yang mendasari semua mata pelajaran mereka – di dalam kelas dan di dalam kehidupan mereka. Kita membutuhkan para politisi yang dengan terang melihat bahwa pekerjaan mereka dalam memerintah negeri ini dapat menjadi sarana pengudusan mereka sendiri dan rakyat yang dilayani.
Kita membutuhkan siswa-siswi yang berani membela kebenaran, bahkan jika sistem dan kebiasaan yang ada tampak bertentangan dengan cita-cita yang ditetapkan oleh Kristus. Kita membutuhkan karyawan yang membawa perubahan dalam etos kerja mereka sendiri dan rekan-rekan kerja mereka.
Kita membutuhkan murid-murid Kristus yang mau memperhatikan orang-orang miskin yang telah menjadi bagian dari sebagian besar sudut-sudut kota kita, yang memiliki keberanian dan kepekaan untuk mengatakan, “Hai!” kepada mereka. Tentu yang diharapkan tidak hanya bilang “Hai!”
Apakah Anda melakukan apa yang Anda lakukan dengan hati seorang murid Kristus?
Tuhan, melalui baptisan, Engkau memanggilku untuk menjadi murid-Mu. Ingatkanlah aku, Tuhan, dan mampukanlah aku hidup sebagai murid-Mu yang sejati.
