Remah Harian

KEMURAHAN HATI

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Senin, 06 November 2023, Senin Pekan Biasa XXXI
Bacaan: Rm. 11:29-36Mzm. 69:30-31,33-34,36-37Luk. 14:12-14.

Apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta.Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar.”

(Luk 14: 13 – 14)

Kata-kata Yesus dalam Injil hari ini membuat kita merenungkan motif di balik kemurahan hati kita. Apakah kemurahan hati itu? Kemurahan hati adalah kebiasaan memberi dengan sukarela tanpa paksaan. Namun, ada berbagai motif di balik kemurahan hati kita.

Kita bisa bermurah hati karena kita berharap untuk mendapatkan sesuatu sebagai balasannya atau kita bisa bermurah hati agar dipuji oleh orang lain. Namun motif itu lebih bersifat egois. Kita bisa bermurah hati untuk merasa lebih unggul. Kita bisa bermurah hati karena memang sudah menjadi sifat alamiah kita untuk memberi dan berbagi. Kita bisa bermurah hati karena rasa syukur bahwa Allah begitu murah hati kepada kita dan ini adalah jenis kemurahan hati yang terbaik. Lagipula, Allah telah memberi terlebih dahulu. Dia memberikan diri-Nya tanpa pamrih bagi kita di dalam dan melalui Putra-Nya Yesus Kristus. Misteri Penjelmaan (inkarnasi) adalah pernyataan utama dari kemurahan hati.

Allah adalah model dari semua kemurahan hati. Tindakan memberi membantu memfokuskan hati manusia pada bukti kasih karunia Allah dan menawarkan kepada dunia alasan baru untuk memuji Dia. Allah memberi terlebih dahulu dan karena karunia-Nya tidak terbatas, kekal, dan melampaui segala ukuran duniawi, Allah akan memberi selamanya.

Kemurahan hati adalah berbagi diri dan kasih untuk mempengaruhi dunia di sekitar kita agar menjadi lebih baik. Berbagi sesuatu yang kecil saja dapat memberikan dampak yang luar biasa bagi orang-orang di sekitar kita. Buddha Gautama dengan tepat mengungkapkan hal ini ketika ia berkata, “Ribuan lilin dapat dinyalakan dari sebatang lilin, dan umur lilin tidak akan berkurang. Kebahagiaan tidak pernah berkurang dengan berbagi.” Ada juga yang mengungkapkan: “Kekayaan sejati seseorang adalah kebaikan dan sedekah yang dilakukannya di dunia ini.”

Doa berikut adalah doa St. Ignasius Loyola yang dapat menjadi doa kita, mohon kemurahan hati:

”Sang Sabda yang tercinta, ajarlah aku berhati luhur sebagaimana pantas bagiku. Ajarlah aku memberi tanpa pamrih, berjuang tanpa mengeluh kesakitan, dan bekerja tanpa mengharap upah. Ajarlah aku menyerahkan diri sepenuhnya kepada kehendak Allah, sebab satu-satunya yang kuharapkan ialah hasrat yang tulus untuk selalu melaksanakan kehendak–Nya di dalam segala-galanya. Amin.”

Author

Write A Comment