Sabda Hidup
Senin, 4 September 2023, Senin Pekan Biasa XXII
Bacaan: 1Tes. 4:13-17a; Mzm. 96:1,3,4-5,11-12,13; Luk. 4:16-30.
Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang…. Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.”
(Luk 4: 18 – 19. 21).
Dalam Injil hari ini, Yesus kembali ke kampung halaman-Nya setelah “retret”-Nya di padang gurun. Dia pergi ke Sinagoga dan membaca Kitab Suci dari nabi Yesaya yang merujuk kepada Mesias dan misi-Nya. Apa yang tertera di sana adalah jawaban yang sama yang Yesus berikan kepada murid-murid Yohanes Pembaptis ketika ditanya apa yang akan mereka katakan kepada Yohanes tentang siapa Dia. Yesus mengambil kesempatan untuk menyatakan kepada semua orang bahwa apa yang telah mereka dengar sedang digenapi tepat di hadapan mereka. Masa depan telah dimulai! Tentu saja, hal ini mengundang banyak reaksi negatif. Yesus dikenal berasal dari Nazaret, wilayah yang tak pernah diharapkan sebagai tempat munculnya Mesias. Dia hanya anak dari seorang tukang kayu, Yusuf, dan seorang perempuan remaja sederhana, Maria. Orang-orang Yahudi memiliki gagasan dan pemahaman sendiri tentang Mesias dan apa yang mereka pikirkan dan pahami itu tidak ada dalam diri Yesus. Terhadap reaksi dan keberatan mereka, Yesus hanya dapat mengatakan kepada mereka bahwa tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya dan, karena reaksi tersebut, mukjizat dibuat bukan untuk mereka tetapi untuk orang lain.
Ada banyak pesan yang dapat kita peroleh dari Injil Lukas ini. Perikope ini merupakan awal dari karya publik Yesus. Injil Lukas adalah Injil yang memberikan penekanan kepada orang asing, orang yang tidak mengenal Allah, orang yang tertindas, orang miskin, janda-janda, perempuan dan lain-lain. Sejalan dengan itu, Injil Lukas menampilkan Yesus sebagai Mesias bagi orang-orang berdosa dengan pilihan istimewa bagi mereka yang terpinggirkan di dalam komunitas tempat Lukas berasal. Meskipun demikian, pesan ini tidak hanya untuk sekelompok orang tertentu, tempat tertentu, atau waktu tertentu. Pesan keselamatan adalah untuk semua orang, dengan orang-orang yang terpinggirkan diberi prioritas.
Yesus mengutip apa yang dilakukan oleh nabi Elia terhadap janda di Sarfat, tanah Sidon, dan nabi Elisa terhadap Naaman seorang kusta, yang adalah orang Siria, bangsa asing. Orang-orang Yahudi mungkin adalah orang-orang terpilih dan, yang harus menjadi penerima manfaat pertama karya keselamatan, namun, iman orang-orang bukan Yahudi dan orang-orang sakit, miskin dan terpinggirkan tidak akan dibiarkan tak terdengar dan diabaikan. Nabi-nabi Allah menghidupkan kembali anak seorang janda dan menyembuhkan penyakit kusta. Ini akan menjadi tema yang berulang dalam Injil Lukas. Tujuannya menyatakan bahwa tahun rahmat Tuhan telah datang, dan sungguh tahun rahmat itu berlaku untuk selama-lamanya karena Allah kita adalah Allah yang maha pengampun dan pengasih.
Tuhan, semoga kehadiranku, di manapun, menjadi warta keselamatan bagi semua orang yang aku jumpai. Amin.
