Remah Harian

JANGAN TAKUT, ENGKAU LEBIH BERHARGA DARI BURUNG PIPIT!

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Sabtu, 15 Juli 2023, Sabtu Pekan Biasa XIV, Peringatan wajib St. Bonaventura
Bacaan: Kej. 49:29-32; 50:15-26aMzm. 105:1-2,3-4,6-7Mat. 10:24-33

Janganlah kamu takut!”

(Mat 10: 26, 28, 31)

Salah satu teman saya menamai anaknya Abdul dan Ahmad. Waktu saya tanya mengapa, ia bilang, “Coba lihat, situasi cepat sekali berubah. Kelompok-kelompok fundamental semakin tumbuh subur. Saya tidak ingin anak saya dikenal sebagai orang-orang Kristen. Saya tidak ingin anak-anak saya mengalami masalah di masa depan, di sekolah, di tempat kerja, bahkan di lingkungan mereka tinggal.” Itu yang kita pikirkan. Banyak orang-orang Kristiani tidak ingin dikenal sebagai orang-orang Kristen di lingkungannya atau di tempat kerja, ketika mereka ada dalam perjalanan, atau sedang makan di tempat umum. Mau makan di restoran saja, takut-takut hendak membuat tanda salib sebelum berdoa sebelum makan. Banyak yang takut menunjukkan identitas sebagi murid Kristus secara terbuka.

Perikop Injil hari ini adalah bagian akhir pengajaran Yesus kepada murid-murid-Nya saat Ia mengutus mereka untuk melanjutkan misi penginjilan dan penyembuhan. Dia meminta mereka untuk hidup sederhana dan mengingatkan mereka akan adanya pertentangan dan penolakan. Sambil mengingatkan akan adanya perlawanan dan penganiayaan di masa depan, Yesus mendorong para murid-Nya untuk tetap teguh. Tiga kali Dia meneguhkan mereka, dan juga kita, “Janganlah kamu takut!” Dengan demikian, kita tahu bahwa kita akan berhasil meskipun ada perlawanan yang kita hadapi.

Yesus memberikan tiga alasan mengapa para rasul-Nya, dan kita, tidak perlu takut. Alasan pertama adalah bahwa para musuh tidak akan dapat menghalangi para pengikut Yesus untuk berhasil dalam misi mereka karena Allah akan membongkar rencana dan perbuatan jahat mereka: “Tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui.”  Tuhan “akan menerangi, juga apa yang tersembunyi dalam kegelapan, dan Ia akan memperlihatkan apa yang direncanakan di dalam hati” (1 Kor. 4:5) dan akan membenarkan orang-orang yang setia. Tuhan tidak akan membiarkan kejahatan menang.

Alasan kedua untuk tidak takut adalah terbatasnya kekuatan lawan kita.  Mereka dapat membunuh tubuh, yang akan segera mati, tetapi tidak memiliki kuasa atas jiwa. Alasan ketiga mengapa kita tidak perlu takut adalah kasih Allah yang penuh belas kasihan. Kita amat jauh lebih penting bagi Allah daripada burung pipit yang “dijual dua ekor seduit.” Allah yang peduli pada burung yang sepele pasti juga peduli pada masalah-masalah kita yang terkecil – bahkan rambut di kepala kita pun telah terhitung. Meskipun ini adalah jaminan yang menggembirakan, kita akui bahwa sering kali kita merasa sulit untuk percaya saat kita berada di tengah-tengah penganiayaan.

Mari sekali lagi kita dengar sabda-Nya: “Janganlah kamu takut!” Kita dapat menderita dari banyak ketakutan. Yang pertama, takut kehilangan: kehilangan nyawa karena sakit atau kecelakaan; kehilangan orang yang kita kasihi – pasangan, anak-anak, orang tua; kehilangan harta benda, properti atau tabungan; kehilangan pekerjaan; kehilangan nama baik dan reputasi karena fitnah. Yang kedua, ketakutan yang tidak beralasan karena penyakit mental. Ketiga, ketakutan-ketakutan lainnya seperti takut akan serangan teroris, bencana nuklir, wabah penyakit, perang, dll.

Ketika kita merasa takut, marilah kita ingat bahwa Allah peduli – kita semua adalah anak-Nya yang terkasih dan Dia peduli pada kita masing-masing. “Janganlah kamu takut, kamu lebih berharga daripada burung-burung pipit.”

Tuhan, terima kasih telah mengingatkanku sekali lagi akan kasih setia-Mu. Ampunilah aku untuk saat-saat aku kurang percaya akan kasih dan penyertaan-Mu dan menyerah pada ketakutan dan kekhawatiran. Amin.

Author

Write A Comment