Remah Mingguan

KARENA BEGITU BESAR KASIH ALLAH

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Minggu, 4 Juni 2023, Hari Raya Tritunggal Mahakudus
Bacaan: Kel. 34:4b-6,8-9; MT Dan. 3:52,53,54,55,562Kor. 13:11-13Yoh. 3:16-18.

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.”

[Yoh 3: 16 – 18]

Dalam Injil hari ini, Yesus menyatakan diri-Nya sebagai Mesias, yang diutus oleh Bapa untuk memberitakan Kabar Baik tentang keselamatan dan mengembalikan manusia kepada martabatnya yang sejati. Hari Minggu yang lalu kita merayakan Pentakosta, kedatangan Roh Kudus seperti yang dijanjikan oleh Yesus. Hari ini kita rayakan iman kita kepada Tritunggal. Allah Bapa kita, Yesus Juruselamat kita, dan Roh Kudus, Penolong kita. Prefasi hari Raya Tritunggal Mahakudus memberikan pencerahan kepada kita mengenai hubungan dan sifat mereka. Di sana dikatakan:

Apapun yang Kauwahyukan tentang kemuliaan-Mu, kami imani dengan iman yang sama, baik mengenai Putra-Mu, maupun mengenai Roh Kudus. Agar dalam pengakuan iman akan Dikau, Allah Yang Mahabenar dan kekal, kami menyembah Allah Tritunggal, yang berbeda dalam pribadi, sama dalam hakikat, dan setara dalam keagungan.”

Kepercayaan kita kepada Tritunggal telah diwahyukan seiring berjalannya waktu. Sejak saat Penciptaan hingga saat ini, Allah terus menyatakan diri-Nya kepada kita. Pada titik tertentu, para bapa kita dan para pemimpin Gereja sampai pada kesadaran bahwa Allah bukan hanya Bapa tetapi juga Putra dan Roh Kudus. Juga, pada titik tertentu, karena beberapa pertanyaan dan kontroversi, iman kita kepada Allah Tritunggal telah diteguhkan. Ini bukanlah sebuah kepercayaan yang dapat sepenuhnya dijelaskan oleh logika manusia. Tetapi hal itu diyakini dengan iman dan disaksikan oleh pengalaman. Itu bukanlah pengetahuan dan kepercayaan yang instan. Hal itu dicapai secara bertahap.

Prefasi mengatakan bahwa Bapa, Anak dan Roh adalah Satu. Kita percaya pada Satu Allah. Tetapi Allah dialami dalam tiga pribadi. Tidak ada yang lebih Allah daripada yang lain. Tidak ada yang memiliki kuasa dan otoritas yang lebih besar dari yang lain. Kita percaya bahwa mereka selalu hadir sejak penciptaan hingga kebangkitan, dan sekarang, selama penantian akan kedatangan-Nya yang kedua kali. Kita tidak perlu mempertentangkan mereka satu sama lain atau mengunggulkan salah satunya. Kita mengimani Allah yang esa.

Daripada kita dibingungkan oleh Tritunggal, kita seharusnya bersyukur kepada Allah yang telah menyatakan diri-Nya dalam cara-cara yang spesifik. Penciptaan menyatakan kepada kita Allah sebagai Bapa. Dia memberi kita hidup dan menyediakan segala sesuatu yang kita butuhkan untuk mempertahankan hidup dan mencapai keselamatan. Yesus, Juruselamat, Pribadi Kedua dari Tritunggal, memungkinkan Allah untuk dilihat, didengar, dan disentuh. Menjadi sama dengan kita adalah puncak dari cinta Allah. Allah tidak lagi melihat dari kejauhan tetapi secara pribadi memperhatikan kita. Akhirnya, Roh Kudus meyakinkan kita akan kehadiran Allah yang terus-menerus. Di dalam dan melalui Roh, Allah selalu hadir dan aktif bersama kita. Alasannya, dikatakan dalam Injil hari ini: “Begitu besar kasih Allah.”

Kepercayaan kepada Tritunggal adalah sebuah kebenaran yang agung. Kita senang iman kita memahami kebenaran ini. Kiranya Allah yang kudus, Allah Tritunggal hidup di dalam hati kita, dan di dalam hati semua orang, sehingga kita semua ada dalam hati Allah! Amin.

Author

Write A Comment