Remah Harian

MENINGGALKAN SEGALA SESUATU

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Selasa, 30 Mei 2023, Selasa Pekan Biasa VIII
Bacaan: Sir. 35:1-12Mzm. 50:5-6,7-8,14,23Mrk. 10:28-31

Berkatalah Petrus kepada Yesus: “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!”

(Mrk 10: 28)

Sebagian orang dipanggil untuk meninggalkan banyak hal untuk mengikuti Kristus. Misalnya, ada yang dipanggil untuk hidup sebagai pertapa di biara atau sebagai biarawan-biarawati. Mereka benar-benar meninggalkan segala sesuatu di dunia ini untuk mencari dan mengikuti undangan Kristus dan mengikuti-Nya dengan cara yang radikal.

Kita semua, bagaimanapun juga, dipanggil untuk meninggalkan “segala sesuatu” untuk mengikuti Kristus dengan cara kita masing-masing. Dengan meninggalkan segalanya, kita dipanggil untuk sepenuhnya melepaskan kehendak dan pilihan hidup kita sendiri untuk melayani Kristus sesuai dengan rencana ilahi-Nya. Hal ini dapat terjadi dalam berbagai bentuk, tetapi pada akhirnya, ini selalu merupakan panggilan untuk meninggalkan segalanya.

Kabar baiknya adalah bahwa “meninggalkan segala sesuatu” tidak lain adalah menyerahkan cita-cita dan preferensi pribadi kita dalam hidup. Kabar yang lebih baik lagi adalah bahwa kehidupan yang disediakan oleh Kristus bagi kita jauh lebih baik daripada yang dapat kita impikan atau bayangkan. Jadi, dengan mengatakan “tidak” pada kehendak kita sendiri dan melakukan segala sesuatu dengan cara kita sendiri, kita sebenarnya mengatakan “Ya” untuk melakukan segala sesuatu dengan cara yang sempurna dari Tuhan.

Kalau demikian, mengapa harus enggan mencari kehendak-Nya setiap hari dalam hidup kita? Mengapa kita tidak mau melayani Dia dan rencana-Nya yang sempurna? Hal ini dapat berupa pelayanan kepada keluarga kita. Memberi ketika kita tidak ingin melakukannya. Hal ini dapat berarti berjuang untuk menemukan sukacita dalam tindakan-tindakan kecil dalam pelayanan dan kasih. Bagi sebagian orang, hal ini dapat berarti melepaskan semua keterikatan dalam hidup untuk mencari kehendak-Nya dengan cara yang lebih radikal. Apa pun panggilan hidup yang spesifik bagi Anda, sudah selayaknya merangkul kehendak Tuhan.

Renungkanlah hari ini, siap sediakah Anda untuk mengatakan “Ya” kepada Kristus, apa pun yang Dia minta dari Anda. Apakah Anda bersedia untuk mengatakan “Ya” bahkan untuk hal yang belum Dia nyatakan kepada Anda? Katakanlah “Ya” hari ini untuk apa pun yang akan terjadi di masa depan Anda dan Tuhan akan memberkati Anda dalam kelimpahan.

Ambilah ya Tuhan kebebasanku
kehendakku, budi ingatanku
pimpinlah diriku dan Kau kuasai
perintahlah, akan ku taati
Hanya rahmat dan cintaMu padaku
yang ku mohon menjadi milikku
hanya rahmat dan cinta dariMu
berikanlah menjadi milikku
Lihatlah semua yang ada padaku
ku haturkan menjadi milikMu
pimpinlah diriku dan Kau kuasai
perintahlah, akan ku taati”

— St. Ignasius Loyola
Author

Write A Comment