Remah Harian

JALAN, KEBENARAN DAN HIDUP

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabda Hidup

Jumat, 5 Mei 2023, Jumat Pekan Paskah IV
Bacaan: Kis. 13:26-33; Mzm. 2:6-7,8-9,10-11; Yoh. 14:1-6.

“Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”

(Yoh 14: 6)

“Akulah Jalan,” demikian Sabda Tuhan (Yoh 14:6). Hanya Dia yang tahu jalan kepada Bapa karena Dia telah bersama Bapa sejak awal – sebelum waktu dan ciptaan ada. Tuhan Yesus memberi kita lebih dari sekadar peta jalan dan buku panduan. Dia sendiri adalah jalan menuju kerajaan Bapa, dan kita tidak akan pernah melewatkannya jika kita mengikuti-Nya. Dia menemani kita dalam perjalanan kita sehari-hari dan mengawasi kita sebagai gembala yang baik yang memimpin dan menopang kita di setiap langkah. Apakah Anda sedang berjalan bersama Tuhan dan apakah Anda percaya pada tuntunan-Nya untuk hidup Anda?

Yesus juga berkata bahwa Dia adalah Kebenaran (Yoh 14:6). Banyak orang dapat berkata, “Aku telah mengajarkan kebenaran kepadamu.” Hanya Yesus yang dapat berkata, “Akulah Kebenaran.” Dia memiliki di dalam diri-Nya sendiri seluruh kebenaran. Yesus menyatakan diri-Nya sebagai satu dengan Bapa dan mengatakan kebenaran yang berasal dari Bapa. Yesus berjanji kepada murid-murid-Nya bahwa jika mereka tetap berada dalam firman-Nya, mereka akan mengetahui kebenaran dan kebenaran itu akan memerdekakan mereka” (Yohanes 8:31). Kebenaran yang Yesus beritakan memiliki kuasa untuk memerdekakan kita dari ketidaktahuan, penipuan, dan dosa. Perkataan yang diucapkan Yesus adalah benar karena tidak ada kebohongan atau kepalsuan dalam diri-Nya. Kebenaran moral membutuhkan lebih dari sekadar kata-kata atau gagasan karena orang yang mengucapkannya haruslah BENAR – benar dalam pikiran, perkataan, perbuatan, teladan, dan tindakan. Yesus mewujudkan kebenaran di dalam diri-Nya.

Kebenaran yang diwujudkan Yesus di dalam diri-Nya adalah kebenaran seperti yang dikatakan oleh Santo Gregorius dari Nazianzus (381 M):

“Dia memulai pelayanan-Nya dengan menjadi lapar, namun Dia adalah Roti Hidup.
Yesus mengakhiri pelayanan-Nya di bumi dengan menjadi haus, namun Dia adalah Air Hidup.
Yesus lelah, namun Dia adalah peristirahatan kita.
Yesus membayar upeti, namun Dia adalah Raja.
Yesus dituduh kerasukan setan, namun Dia mengusir setan.
Yesus menangis, namun Dia menghapus air mata kita.
Yesus dijual dengan harga tiga puluh keping perak, namun Dia menebus dunia.
Yesus dibawa seperti anak domba ke pembantaian, namun Ia adalah Gembala yang baik.
Yesus mati, namun dengan kematian-Nya Ia telah menghancurkan kuasa maut.”

Yesus juga berkata: “Akulah Hidup.”  Dia tidak hanya ‘menunjukkan kepada kita jalan kehidupan’ (Mazmur 16:11); Dia memberikan kehidupan yang hanya dapat diberikan oleh Allah, yaitu hidup kekal. 

Adakah ketakutan atau kekhawatiran yang menghalangi kita untuk mendapatkan damai dan bahagia sempurna dari hidup berserah kepada Yesus Kristus? Kata-kata seorang penulis ini pantas kita renungkan:

“Ketika Anda sangat berkebutuhan, Dialah yang paling mencukupi. Ketika Anda benar-benar tidak berdaya, Dialah yang dapat menolong. Ketika Anda merasa sangat bergantung, Dialah yang paling dapat diandalkan. Ketika Anda menjadi yang paling lemah, Dialah yang paling kuat. Ketika Anda merasa sendirian, Dia hadir setiap saat. Ketika Anda merasa paling kecil, Dialah yang terbesar. Ketika Anda merasa paling tidak berguna, Dia sedang mempersiapkan Anda. Saat hari paling gelap, Dialah satu-satunya Terang yang Anda butuhkan. Ketika Anda merasa paling tidak aman, Dialah Batu Karang dan Benteng yang kokoh. Ketika Anda merendahkan diri di hadapan-Nya, Dialah yang maha murah hati. Ketika Anda tidak mampu, Dia mampu melakukan segalanya.”

Tuhan Yesus, penuhilah kami dengan sukacita kehadiran-Mu yang menyelamatkan. Engkau memberi kami pengharapan akan kehidupan kekal bersama Bapa di Surga. Tunjukkanlah Bapa kepada kami agar kami dapat bertumbuh dalam pengenalan akan kasih dan kebenaran-Mu yang besar. Amin.

Author

Write A Comment